SLAWI — Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman menyebut operasi ini bukan sekadar layanan medis, melainkan wujud kepedulian kemanusiaan. Ia membuka langsung kegiatan di Aula Selatan RSUD Soeselo, Sabtu (30/5/2026).
"Kita berupaya menghadirkan kembali senyum anak-anak kita serta memberikan harapan baru bagi mereka dan keluarganya untuk menjalani kehidupan yang lebih baik," kata Ischak.
Direktur RSUD dr Soeselo Slawi, Guntur Muhammad Taqwin, merinci dari total 39 pasien, 29 orang adalah anak-anak dan 10 lainnya pasien dewasa. Sebagian besar berasal dari Kabupaten Tegal, sisanya datang dari Kabupaten Semarang, Purbalingga, dan Pemalang.
"Kondisi bibir sumbing sering kali menimbulkan gangguan, mulai dari kesulitan makan, minum hingga berbicara. Mudah-mudahan melalui operasi ini para pasien, khususnya anak-anak, dapat kembali menjalankan aktivitas secara normal," ujar Guntur.
Ischak menegaskan peringatan Hari Jadi Kabupaten Tegal tidak hanya diisi pembangunan fisik, tetapi juga program yang menyentuh kebutuhan masyarakat, termasuk layanan kesehatan. Ia berharap jumlah penderita bibir sumbing terus berkurang dari tahun ke tahun.
"Harapan kita tentu bukan jumlah pasien yang semakin banyak, melainkan jumlah penderita bibir sumbing yang semakin berkurang," ujarnya.
Country Manager Smile Train Indonesia, Deasy Larasati, menyebut pihaknya bekerja sama dengan 81 rumah sakit di Indonesia dan membantu sekitar 8.000 operasi bibir sumbing setiap tahun. Angka kelahiran bayi dengan kondisi ini masih berkisar 7.000 hingga 8.000 kasus per tahun.
"Anak-anak dengan kondisi bibir sumbing menghadapi tantangan fisik maupun psikologis. Dukungan pemerintah daerah, rumah sakit, dan masyarakat sangat penting agar mereka tetap mendapatkan hak untuk tumbuh, belajar, dan meraih masa depan yang lebih baik," kata Deasy.
Guntur menambahkan kegiatan ini diharapkan menjadi agenda rutin. Selain membantu penanganan bibir sumbing, operasi ini juga mendukung upaya pencegahan stunting melalui edukasi pemenuhan gizi dan pemeriksaan kehamilan atau Antenatal Care (ANC).
Salah satu penerima manfaat, Farikhatun, warga Kecamatan Jatinegara, mengaku terbantu dengan layanan gratis yang dijalani putranya, Muhammad Jazil Attaillah (3).