SEMARANG — Pemerintah Kota Semarang resmi meluncurkan program anyar bernama “Waras Ekonomi”, sebuah inisiatif yang menyatukan seluruh pelaku UMKM di 16 kecamatan ke dalam satu ekosistem digital. Program ini digagas langsung oleh Wali Kota Agustina Wilujeng sebagai respons terhadap kebutuhan akses pasar dan pembinaan yang selama ini tersebar di banyak pintu.
Lewat platform tersebut, para pelaku usaha mikro bisa mengakses data pemasaran, pelatihan, hingga informasi permodalan tanpa harus berurusan dengan banyak instansi. Agustina menyebut program ini adalah “jalan pintas” bagi UMKM untuk naik kelas di tengah persaingan yang kian ketat.
Dalam peluncuran perdana, Pemkot Semarang menargetkan sedikitnya 1.000 UMKM dari berbagai sektor akan terdaftar dalam platform “Waras Ekonomi” pada kuartal pertama 2025. Mulai dari kuliner, fesyen, hingga kerajinan lokal, semuanya akan terintegrasi dalam satu basis data yang bisa diakses oleh konsumen dan investor.
Program ini juga menyediakan fitur pemantauan omzet dan stok barang secara real-time. Dengan begitu, pemkot bisa mengintervensi lebih cepat jika ada sektor usaha yang mulai lesu.
Selama ini, pelaku UMKM di Semarang kerap mengeluhkan tumpang tindih program bantuan dari berbagai dinas. Ada yang mendapat pelatihan dari Dinas Koperasi, bantuan modal dari Dinas Perindustrian, tapi tidak ada jembatan yang menghubungkan semuanya.
“Waras Ekonomi hadir untuk mengakomodasi kebutuhan transportasi anak sekolah, sekaligus membantu mengurangi beban orang tua,” ujar Agustina dalam sambutannya di Balai Kota Semarang, Selasa lalu.
Dengan satu platform, pelaku UMKM cukup mendaftar sekali dan langsung masuk ke dalam sistem pembinaan, pemasaran, dan pendanaan yang saling terhubung.
Salah satu fitur yang paling ditunggu adalah akses permodalan tanpa agunan berat. Pemkot menggandeng perbankan daerah dan koperasi untuk menyediakan pinjaman lunak dengan bunga rendah bagi UMKM yang sudah terverifikasi di platform.
Selain itu, data omzet yang tercatat secara digital akan menjadi acuan skoring kredit. Hal ini diyakini bisa membuka akses pembiayaan bagi pelaku usaha yang selama ini tidak punya catatan keuangan formal.
Pemkot Semarang akan memulai sosialisasi program ini ke tingkat RT/RW mulai pekan depan. Petugas dari Dinas Koperasi dan UMKM akan turun ke kelurahan-kelurahan untuk mendampingi pelaku usaha yang belum familiar dengan teknologi digital.
Agustina menargetkan seluruh UMKM binaan pemkot bisa terdaftar dalam platform “Waras Ekonomi” sebelum akhir 2025. Jika berhasil, program ini akan menjadi model bagi kota-kota lain di Jawa Tengah dalam mengelola ekonomi kerakyatan berbasis data.