SRAGEN — Dua insiden kebakaran terjadi secara beruntun di wilayah Kecamatan Sragen pada akhir Mei 2026. Penyebab tunggal dari kedua peristiwa tersebut adalah kelalaian warga yang meninggalkan kompor dalam keadaan menyala saat mengolah daging kurban.
Dalam kejadian pertama, api dengan cepat membesar dan menjalar ke bagian rumah yang terbuat dari material kayu. Api baru berhasil dipadamkan setelah satu jam kemudian oleh tim pemadam kebakaran yang diterjunkan ke lokasi.
Selain merusak bangunan rumah, kobaran api juga menghanguskan satu unit mobil pribadi dan satu sepeda motor yang terparkir di dalam garasi. Kerugian materi sementara ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
“Kami masih melakukan pendataan lebih lanjut untuk menghitung total kerugian yang diderita korban,” ujar Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Sragen, yang dikonfirmasi di lokasi kejadian.
Hasil pemeriksaan sementara dari petugas pemadam kebakaran menunjukkan bahwa api berasal dari kompor gas yang masih menyala. Pemilik rumah diketahui sedang memasak daging kurban dalam jumlah besar untuk dibagikan ke tetangga, namun lengah saat meninggalkan dapur.
“Korban mengaku sempat meninggalkan dapur untuk keperluan lain. Saat kembali, api sudah membesar dan sulit dikendalikan,” jelas petugas di lapangan.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat, terutama saat momen Iduladha atau hari besar lainnya yang identik dengan aktivitas memasak dalam jumlah banyak. Petugas mengimbau warga untuk selalu memastikan api kompor benar-benar padam sebelum meninggalkan dapur.
“Kami mengimbau masyarakat untuk lebih waspada. Jangan pernah meninggalkan kompor dalam keadaan menyala, meskipun hanya sebentar,” tegas Kepala Dinas Pemadam Kebakaran.