KLATEN — Bupati Klaten Hamenang memberikan perhatian khusus kepada generasi muda yang saat ini hidup di tengah derasnya arus informasi dan gempuran media sosial. Menurutnya, kondisi ini menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila di kehidupan sehari-hari.
Bupati menekankan bahwa anak muda merupakan kelompok yang paling intensif berinteraksi dengan media sosial. Tanpa bekal pemahaman ideologi yang kuat, mereka dinilai rentan terpapar informasi yang belum tentu benar dan dapat memecah belah persatuan.
"Generasi muda kita hidup di era keterbukaan. Mereka bisa mengakses apa pun. Ini yang harus kita waspadai bersama," ujar Hamenang dalam sebuah kesempatan di Klaten, baru-baru ini.
Hamenang mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya para pendidik dan orang tua, untuk kembali menanamkan nilai-nilai Pancasila sebagai filter utama bagi anak muda. Menurutnya, Pancasila bukan sekadar hafalan, melainkan pedoman bertindak di dunia nyata maupun digital.
"Kita harus memastikan anak-anak muda kita tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara karakter dan ideologi. Pancasila adalah jawabannya," tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Klaten disebut akan terus mendorong program-program yang mengarah pada pengamalan nilai Pancasila di kalangan pelajar dan mahasiswa. Upaya ini dilakukan agar nilai-nilai luhur bangsa tidak tergerus oleh budaya asing yang masuk tanpa seleksi melalui media sosial.
Bupati berharap, dengan pengamalan Pancasila yang kuat, generasi muda Klaten dapat menjadi pribadi yang tangguh, berkarakter, dan mampu menyaring informasi secara bijak. Hal ini dinilai krusial untuk menjaga keutuhan bangsa di masa depan.