Rupiah Terus Melemah ke Rp 17.864, Simak Kurs Jual-Beli di BCA, Mandiri, dan BNI Hari Ini

Penulis: Gunawan Susilo  •  Selasa, 02 Juni 2026 | 11:04:01 WIB
Rupiah melemah ke Rp 17.864 per dolar AS pada perdagangan hari ini.

BNI — data kurs belum tersedia pada laporan yang sama. Nasabah disarankan menghubungi cabang terdekat untuk kurs terkini.

Catatan penting: kurs e-Rate BCA berlaku untuk transaksi melalui e-Banking. Untuk transaksi dengan nominal tertentu, nasabah perlu menghubungi cabang untuk mendapatkan kurs khusus. Kurs yang dikenakan adalah kurs pada tanggal efektif transaksi dan dapat berubah selama proses transaksi berlangsung.

Mengapa Rupiah Terus Tertekan?

Pelemahan rupiah di awal pekan ini melanjutkan tren negatif yang sudah berlangsung beberapa waktu terakhir. Penguatan dolar AS menjadi faktor eksternal utama yang menekan mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia.

Data IHSG yang justru menguat menunjukkan adanya divergensi antara pasar saham dan pasar valas. Investor asing masih tercatat melakukan aksi beli di pasar saham, namun tekanan di pasar obligasi dan kebutuhan impor mendorong permintaan dolar tetap tinggi.

Apa Artinya bagi Nasabah dan Pelaku Bisnis?

Bagi nasabah yang hendak menukar rupiah ke dolar AS, selisih kurs jual di kisaran Rp 17.898 hingga Rp 17.940 per dolar AS menjadi acuan. Sementara bagi eksportir yang menerima dolar, kurs beli di level Rp 17.625 hingga Rp 17.878 bisa menjadi pertimbangan untuk mencairkan valas.

Pelaku bisnis yang memiliki utang dalam dolar AS atau kebutuhan impor dalam waktu dekat disarankan untuk melakukan hedging atau lindung nilai. Bank Indonesia sebelumnya telah mendorong penggunaan instrumen lindung nilai untuk mengurangi risiko fluktuasi kurs.

Transaksi valas dengan nominal di atas ekuivalen 25.000 dolar AS di BCA bisa mendapatkan special rate yang lebih kompetitif, yaitu spread hanya 30 poin antara kurs beli dan jual.

Reporter: Gunawan Susilo
Sumber: money.kompas.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top