SURAKARTA — Persis Solo resmi meninggalkan Liga 1 musim ini setelah perjuangan berat sepanjang kompetisi. Manajer Dimitri Lima mengakui bahwa target utama yang dipasang sejak awal adalah bertahan di kasta tertinggi, namun realitas di lapangan berkata lain.
Dimitri Lima menyebut bahwa seluruh skuad telah bekerja keras untuk menghindari degradasi. Namun, hasil akhir tidak berpihak kepada tim yang berjuluk Laskar Sambernyawa tersebut.
"Target utama tim sejak awal musim adalah bertahan di kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia," ujar Dimitri Lima dalam pernyataan resminya.
Meski harus turun kasta, Dimitri Lima tidak ingin larut dalam kekecewaan. Ia menegaskan bahwa klub kebanggaan warga Solo ini akan bangkit dan kembali ke tempat yang layak.
"Klub ini akan kembali ke tempat yang layak," tegasnya, memberikan sinyal optimisme kepada suporter Persis Solo yang setia mendukung tim.
Degradasi ini menjadi pukulan berat bagi Persis Solo yang telah lama berjuang di kompetisi tertinggi. Kini, seluruh perhatian tertuju pada persiapan tim menghadapi Liga 2 musim depan.
Setelah kepastian turun kasta, manajemen Persis Solo diyakini akan melakukan evaluasi menyeluruh. Dimitri Lima dan jajaran pelatih harus segera menyusun strategi baru untuk membangun tim yang kompetitif di Liga 2.
Dukungan penuh dari suporter, yang dikenal dengan sebutan Pasoepati, menjadi modal berharga bagi kebangkitan Laskar Sambernyawa. Optimisme tetap terjaga meski langkah berat menanti di depan.