SEMARANG — Fabiola Elizabeth, nama yang dulu dikenal sebagai artis dan model di sejumlah stasiun televisi nasional, kini menjadi sorotan publik karena terjerat kasus penipuan cinta lintas negara. Polisi menyebut praktik love scamming yang ia lakukan telah berlangsung dalam skala internasional dengan total kerugian fantastis, mencapai Rp 41 miliar.
Fabiola bukanlah wajah baru di industri hiburan Tanah Air. Ia sempat aktif sebagai model dan pemain sinetron pada era 2000-an. Namun, di balik gemerlap dunia hiburan, ia diduga menjalankan aksi penipuan dengan modus menjalin hubungan asmara palsu melalui aplikasi kencan daring.
Korban yang terpikat lalu diminta mengirimkan uang dalam jumlah besar dengan berbagai alasan, mulai dari biaya pengobatan hingga kebutuhan mendesak lainnya. “Pelaku memanfaatkan kepercayaan dan perasaan korban untuk menguras isi rekeningnya,” ujar sumber di lingkungan Polda Jawa Tengah.
Angka kerugian yang mencapai Rp 41 miliar bukanlah jumlah yang kecil. Sebagian besar korban merupakan warga negara asing yang menjadi sasaran empuk karena dianggap memiliki kondisi ekonomi lebih stabil. Polisi menyebut jaringan ini cukup rapi, dengan aliran dana yang dikelola secara sistematis.
Penyidik masih mendalami peran Fabiola dalam struktur jaringan ini. Apakah ia sebagai otak utama atau bagian dari sindikat yang lebih besar. “Kami masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap yang bersangkutan,” tambah sumber yang sama.
Kasus Fabiola Elizabeth menjadi alarm bagi publik, terutama mereka yang aktif di platform kencan daring. Modus love scamming kini semakin canggih, dengan pelaku yang kerap menggunakan identitas palsu dan foto menarik untuk memikat korban.
Polisi mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap permintaan uang dari orang yang baru dikenal di dunia maya. “Jangan mudah percaya pada janji manis dan kiriman uang tanpa verifikasi,” tegasnya. Kasus ini masih dalam pengembangan, dan penyidik tidak menutup kemungkinan adanya tersangka lain.