JAKARTA — Pencopotan Dadan Hindayana dari posisi Kepala BGN berlangsung singkat dan mengejutkan banyak pihak. Ia baru dilantik beberapa waktu lalu dan langsung menjalankan tugas strategis, termasuk studi banding ke Arab Saudi. Langkah pencopotan ini dinilai sebagai bagian dari evaluasi internal pemerintah terhadap kinerja awal lembaga yang bertugas mengelola program gizi nasional.
Salah satu fakta yang mencuat adalah agenda Dadan yang baru saja mengkaji program MBG di Arab Saudi. Kunjungan itu dilakukan untuk mempelajari model distribusi dan pengelolaan makanan bergizi yang diterapkan di negara Timur Tengah tersebut. Namun, tak berselang lama setelah kembali, ia langsung dicopot dari jabatannya.
Hingga berita ini diturunkan, pemerintah belum merilis pernyataan resmi yang menjelaskan secara detail penyebab pencopotan Dadan. Pihak Istana maupun Kementerian Sekretariat Negara masih bungkam. Publik pun bertanya-tanya apakah keputusan ini terkait dengan hasil evaluasi kajian di Arab Saudi atau faktor lain.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu program prioritas di bawah BGN. Dadan sebelumnya ditugaskan untuk memastikan program ini berjalan efektif dan tepat sasaran. Kunjungan ke Arab Saudi dinilai sebagai langkah awal untuk mengadopsi praktik terbaik, namun justru berujung pada mutasi mendadak.
Pergantian pimpinan di awal masa kerja BGN berpotensi mempengaruhi percepatan implementasi program. Para pengamat kebijakan publik menilai stabilitas kepemimpinan menjadi kunci agar program gizi nasional tidak terhambat. Langkah selanjutnya, pemerintah diyakini akan segera menunjuk pejabat definitif untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Dadan.