KARANGANYAR — Fraksi-fraksi di Komisi B DPRD Karanganyar menilai selama ini produk UMKM lokal masih kalah bersaing dengan barang dari luar daerah di destinasi wisata populer seperti kawasan Tawangmangu dan sekitarnya. Kondisi ini dinilai menghambat pertumbuhan ekonomi kerakyatan yang menjadi tulang punggung warga.
Anggota Komisi B DPRD Karanganyar menyebutkan bahwa persoalan utama bukan pada kualitas produk, melainkan pada lemahnya rantai distribusi dan promosi. Banyak perajin batik, kerajinan kayu, serta makanan olahan khas Karanganyar yang mengeluhkan sulitnya menembus etalase toko oleh-oleh di titik-titik strategis.
“Kami mendorong Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) serta Dinas Pariwisata untuk membuat semacam kewajiban. Setiap pengelola destinasi wisata harus menyediakan ruang khusus bagi produk UMKM lokal,” ujar salah satu anggota Komisi B dalam rapat dengar pendapat baru-baru ini.
Kabupaten Karanganyar memiliki setidaknya 15 destinasi wisata unggulan yang dikunjungi lebih dari 2 juta wisatawan setiap tahunnya. Dengan angka tersebut, setiap kios yang kosong dari produk lokal berarti potensi omzet miliaran rupiah yang lolos begitu saja.
Komisi B menekankan bahwa kebijakan prioritas produk lokal tidak boleh hanya bersifat imbauan. Perlu ada regulasi tegas yang mengikat pengelola tempat wisata, hotel, dan restoran di kawasan tersebut.
Selain regulasi fisik, DPRD juga mendesak Pemkab untuk mengalokasikan anggaran khusus untuk pelatihan pemasaran digital bagi pelaku UMKM. Platform seperti media sosial dan marketplace dinilai bisa menjadi jembatan bagi produk lokal untuk dikenal lebih luas tanpa harus mengeluarkan biaya sewa kios yang mahal.
“Jangan sampai produk kita hanya jadi penonton di rumah sendiri. Pemasaran online harus diperkuat, apalagi anak muda Karanganyar banyak yang kreatif,” tambah sumber di Komisi B.
Komisi B berharap Pemkab Karanganyar segera merespons desakan ini dalam waktu dekat, terutama menjelang musim liburan yang biasanya meningkatkan kunjungan wisatawan. Jika kebijakan ini berjalan, bukan tidak mungkin produk lokal Karanganyar bisa menjadi ikon baru yang dicari oleh para pelancong.