SEMARANG — Fenomena viral link video Cut Salwa yang mendadak menjadi buruan warganet di TikTok dan X sejak awal Juni 2026 mulai meresahkan masyarakat Jawa Tengah. Beredar luas di grup-grup WhatsApp dan media sosial, tautan tersebut kerap dikirim dengan iming-iming konten eksklusif yang tidak bisa dilewatkan.
Polda Jawa Tengah melalui Bidang Humas mengingatkan bahwa tautan semacam itu patut dicurigai sebagai modus phishing atau penyebaran aplikasi berbahaya. "Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan judul sensasional yang menjanjikan konten terlarang atau konten dewasa. Itu bisa jadi jebakan," ujar Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto, dalam keterangan persnya, Selasa (3/6).
Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi dari pihak berwenang mengenai kebenaran konten video yang dimaksud. Yang jelas, pola penyebaran link ini mirip dengan modus penipuan digital yang marak setahun terakhir: korban diarahkan untuk mengunduh aplikasi tertentu atau memasukkan data pribadi sebelum bisa mengakses video.
Beberapa warganet yang sempat mengklaim telah membuka link tersebut melaporkan bahwa mereka tidak menemukan video yang dijanjikan, melainkan diarahkan ke halaman berisi iklan atau tautan unduhan mencurigakan.
Praktisi keamanan siber dari Universitas Diponegoro, Dr. Aris Purnomo, menyarankan agar pengguna tidak langsung mengklik tautan yang diterima dari kontak tidak dikenal. "Cek dulu alamat situsnya. Kalau tidak familiar atau hanya berupa potongan tautan pendek, jangan dibuka. Lebih baik hapus pesannya," jelas Aris.
Ia juga mengingatkan agar fitur unduhan otomatis di aplikasi perpesanan dimatikan sementara. Langkah ini bisa mencegah perangkat terinfeksi malware hanya dengan menerima file dari pengirim tak dikenal.
Polisi masih terus memantau penyebaran tautan ini di wilayah Jawa Tengah. Masyarakat yang merasa dirugikan atau menemukan indikasi kejahatan siber bisa melapor melalui layanan patroli siber Polri atau datang ke kantor polisi terdekat.