Alih Fungsi Lahan Capai 400 Hektare, Ini Siasat DKPP Klaten Jaga Luas Panen Padi

Penulis: Joko Purnomo  •  Selasa, 02 Juni 2026 | 00:06:58 WIB
DKPP Klaten optimalkan irigasi dan benih unggul untuk jaga produksi padi di tengah alih fungsi lahan.

KLATEN — Luas lahan pertanian di Klaten yang mencapai 30.070 hektare berdasarkan data BPN tahun lalu terus mendapat tekanan dari alih fungsi lahan. DKPP Klaten mencatat konversi lahan sudah mencapai 400 hektare, mendorong dinas untuk mengambil langkah antisipatif agar produksi padi tidak terganggu.

Kebijakan Penyusutan Lahan: Apa yang Dilakukan DKPP?

Kepala DKPP Klaten, Widiyono, mengatakan pihaknya tidak bisa melarang total alih fungsi lahan karena menyangkut kebutuhan pembangunan. Namun, ada sejumlah siasat yang dijalankan untuk menjaga luas tanam padi tetap stabil.

"Kami mendorong optimalisasi lahan yang ada melalui program pompanisasi dan perbaikan irigasi. Selain itu, kami juga menggencarkan penggunaan benih unggul yang adaptif," ujar Widiyono.

Data 30.070 Hektare: Berapa yang Terancam?

Dari total 30.070 hektare lahan pertanian di Klaten, sekitar 400 hektare telah beralih fungsi menjadi perumahan, industri, dan infrastruktur. Angka ini tersebar di beberapa kecamatan dengan tingkat urbanisasi tinggi, seperti Klaten Utara dan Klaten Tengah.

DKPP menekankan bahwa jika laju konversi tidak dikendalikan, target produksi padi daerah bisa terpengaruh. Klaten selama ini dikenal sebagai salah satu lumbung padi di Jawa Tengah.

Tiga Strategi Utama Jaga Produksi Padi

Untuk mengantisipasi penyusutan lahan, DKPP Klaten menjalankan tiga pendekatan utama:

  • Pompanisasi: Memastikan lahan yang ada tetap produktif dengan pasokan air yang cukup, terutama di musim kemarau.
  • Perbaikan irigasi tersier: Memperbaiki saluran air di tingkat desa agar distribusi air lebih efisien.
  • Penggunaan benih unggul: Mendorong petani menggunakan varietas padi dengan produktivitas tinggi dan umur panen pendek.

Dampak bagi Petani dan Konsumen

Jika strategi ini berhasil, produksi padi di Klaten diharapkan tetap stabil meski luas lahan berkurang. Hal ini penting untuk menjaga pasokan beras di pasar lokal dan menekan potensi kenaikan harga.

Widiyono menambahkan bahwa pihaknya juga berkoordinasi dengan BPN untuk memperketat izin alih fungsi lahan pertanian berkelanjutan. "Kami ingin memastikan lahan yang tersisa benar-benar dilindungi," katanya.

Reporter: Joko Purnomo
Sumber: radarsolo.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top