SEMARANG — Seorang warga Meteseh, Kota Semarang, baru-baru ini mengaku mengalami pengalaman mistis sepulang dari acara konser musik. Peristiwa itu terjadi di sebuah tikungan sepi yang kerap dilalui warga setempat, di kawasan perumahan padat penduduk Kelurahan Meteseh, Kecamatan Tembalang.
Menurut pengakuan yang beredar di lingkungan RT setempat, warga tersebut melihat sesosok pria berdiri di pinggir jalan. Sosok itu disebut-sebut memiliki postur, pakaian, dan raut wajah yang identik dengan almarhum tetangganya yang baru dimakamkan tiga hari sebelumnya.
Saat itu, korban tengah berjalan kaki seorang diri usai diantar teman hingga gerbang kompleks. Ia mengaku sempat menyapa sosok tersebut, namun tidak mendapat respons. Sosok itu hanya diam mematung, menghadap ke arah pepohonan di tepi jalan.
“Saya pikir itu tetangga saya yang masih hidup. Tapi setelah saya dekati, tidak ada suara, tidak ada gerakan. Saya langsung merasa merinding,” ujar warga tersebut dalam percakapan dengan pengurus RT, Senin malam.
Kejadian berlangsung sekitar pukul 23.30 WIB. Warga yang bersangkutan langsung berlari ke rumahnya dan baru memberanikan diri bercerita keesokan harinya kepada keluarganya.
Peristiwa ini sontak menjadi bahan perbincangan di grup WhatsApp warga Meteseh. Beberapa tetangga mengaku sempat melihat penampakan serupa di titik yang sama beberapa pekan sebelumnya, meski tidak sedetail yang dialami warga tersebut.
“Kebetulan almarhum memang tinggal tidak jauh dari tikungan itu. Rumahnya hanya sekitar 50 meter dari lokasi kejadian,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kelurahan maupun tokoh agama setempat. Warga sekitar tetap beraktivitas seperti biasa, meski beberapa mengaku lebih berhati-hati saat melintas di malam hari.
Peristiwa ini mengingatkan pada fenomena yang kerap disebut sebagai “penampakan pasca-kematian” di masyarakat Jawa. Dalam kepercayaan lokal, arwah orang yang baru meninggal dipercaya masih berada di sekitar lingkungan rumahnya selama beberapa hari, sebelum akhirnya benar-benar pergi.
Namun secara psikologis, pengalaman ini juga bisa dijelaskan sebagai efek sugesti dan kelelahan setelah acara konser. Warga yang bersangkutan disebut pulang dalam kondisi lelah dan kurang tidur.
“Saya tidak mau ambil pusing. Yang penting saya sudah berdoa dan minta maaf kalau ada salah sama almarhum,” kata warga tersebut menutup ceritanya.