SOLO — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyambut kedatangan jemaah haji Kloter 1 Debarkasi Solo di Asrama Haji Donohudan. Kedatangan rombongan pertama ini menandai dimulainya fase pemulangan ribuan jemaah asal Jateng ke tanah air.
Ahmad Luthfi secara khusus berpesan agar seluruh jemaah tidak hanya menjaga predikat haji mabrur selama di Tanah Suci. Menurutnya, ujian sesungguhnya justru dimulai saat kembali ke tengah masyarakat.
"Kemabruran itu harus dijaga setelah pulang. Jadilah teladan di lingkungan masing-masing," ujar Gubernur Jateng di sela penyambutan.
Kloter 1 Debarkasi Solo merupakan gelombang awal pemulangan jemaah haji asal Jawa Tengah. Setibanya di Asrama Haji Donohudan, para jemaah menjalani serangkaian proses pemeriksaan dan pengambilan barang sebelum dijemput oleh keluarga masing-masing.
Proses pemulangan ini dijadwalkan berlangsung secara bertahap dalam beberapa pekan ke depan. Seluruh jemaah diharapkan dalam kondisi sehat setelah menempuh rangkaian ibadah yang cukup panjang di Arab Saudi.
Dalam ajaran Islam, haji mabrur adalah predikat ibadah haji yang diterima Allah dan ditandai dengan perubahan perilaku setelah pulang. Jemaah yang mabrur biasanya lebih sabar, dermawan, dan mampu menjadi agen perdamaian di komunitasnya.
Gubernur menekankan bahwa status mabrur bukan sekadar gelar, melainkan tanggung jawab sosial. "Jemaah haji harus bisa menjadi contoh dalam keseharian, baik di keluarga maupun di kampung halaman," tambahnya.
Pemulangan jemaah haji tahap selanjutnya akan terus berlangsung hingga seluruh kloter tiba di tanah air. Pemerintah provinsi mengimbau keluarga jemaah untuk menjemput tepat waktu sesuai jadwal yang telah ditentukan oleh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Solo.