GitLab PHK 14% Karyawan, Tutup Operasi di 22 Negara Demi Fokus Infrastruktur AI

Penulis: Irfan Hakim  •  Kamis, 04 Juni 2026 | 01:59:02 WIB
GitLab mengumumkan PHK 14% karyawan dan menutup operasi di 22 negara untuk fokus pada infrastruktur AI.

Keputusan ini diumumkan di tengah laporan keuangan yang solid. Pada kuartal pertama tahun fiskal ini, GitLab mencatat pendapatan 264 juta dolar AS (sekitar Rp 4,2 triliun), naik 23 persen dibanding periode yang sama tahun lalu, dengan margin kotor mencapai 88 persen. Perusahaan memperkirakan akan mengeluarkan biaya restrukturisasi sebesar 30 juta hingga 35 juta dolar AS.

Beban Kerja AI yang Membuat Infrastruktur GitLab Kewalahan

CEO Bill Staples mengungkapkan bahwa agen AI—atau yang ia sebut sebagai agentic workloads—telah mendorong infrastruktur pengembang hingga batas kemampuannya. “Agen bekerja dalam skala mesin, dan mereka mendorong kompetitor ke tepi jurang,” ujar Staples dalam panggilan konferensi dengan investor, Selasa waktu setempat.

Menurut Staples, tekanan ini bukan hanya dialami GitLab. Pesaing utamanya, GitHub, juga bergulat dengan lonjakan besar kiriman kode berbasis AI yang memengaruhi stabilitas layanan mereka. “Ini adalah kebutuhan skala yang tidak pernah ada sebelumnya dan kini menjadi titik sakit nyata bagi setiap tim yang menjalani perjalanan agen AI mereka,” tambahnya.

Rebuild Generasi Baru Git untuk Skala 100x Lipat

Untuk mengatasi masalah ini, GitLab memulai apa yang disebut Staples sebagai “pembangunan ulang generasi baru” dari sistem git mereka. Proyek ini dirancang untuk mendukung pertumbuhan hingga 100 kali lipat dari kapasitas saat ini. Perusahaan telah menggandeng laboratorium AI yang tidak disebutkan namanya untuk merancang ulang infrastruktur dan membangun API khusus yang “dioptimalkan bagi agen untuk menyimpan dan mengambil konteks, termasuk kode.”

Selain itu, GitLab mengembangkan alat orkestrasi untuk mengoordinasikan pengembangan perangkat lunak antara agen AI dan pengembang manusia. Mereka juga membangun lapisan konteks dan menanamkan alat tata kelola langsung ke dalam platform.

Fenomena PHK Massal di Tengah Rekor Pendapatan AI

GitLab bergabung dengan daftar panjang raksasa teknologi yang melakukan pemutusan hubungan kerja massal sambil menjadikan AI sebagai inti bisnis mereka. Nama-nama seperti Intuit, Amazon, Block, Cisco, Cloudflare, Meta, Microsoft, dan Oracle telah melakukan langkah serupa tahun ini. Menurut data Statista, industri teknologi global telah memangkas lebih dari 100.000 pekerjaan sepanjang 2025, dan tren ini diperkirakan akan melampaui angka tahun 2024.

Polanya kini sudah lazim: perusahaan melaporkan pendapatan rekor sambil mengecilkan jumlah karyawan, dengan AI disebut sebagai alasan pertumbuhan sekaligus pembenaran untuk efisiensi tenaga kerja. GitLab tidak terkecuali—pendapatan mereka tumbuh dua digit, namun puluhan staf harus kehilangan pekerjaan.

Reporter: Irfan Hakim
Sumber: techcrunch.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top