Antisipasi Cuaca Ekstrem, KAI Sumut Tebang 330 Pohon di Sepanjang Rel Kereta Api

Penulis: Irfan Hakim  •  Kamis, 04 Juni 2026 | 12:51:32 WIB
Petugas KAI Sumut melakukan pemangkasan 330 pohon sepanjang jalur kereta untuk antisipasi cuaca ekstrem.

JAWA TENGAH — JUDUL: Antisipasi Cuaca Ekstrem, KAI Sumut Tebang 330 Pohon di Sepanjang Rel Kereta Api LEAD: PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara memangkas 330 pohon di sepanjang jalur kereta hingga awal Juni 2026. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi gangguan perjalanan akibat pohon tumbang yang dipicu tingginya curah hujan dan angin kencang. Keputusan ini diambil demi menjaga keselamatan penumpang dan kelancaran operasional kereta di tengah kondisi cuaca yang dinamis.

Pohon Rawan Tumbang Jadi Sasaran Utama

Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, menyatakan pemangkasan atau penopingan menyasar titik-titik rawan di berbagai lintasan. Hingga Rabu, 3 Juni 2026, sebanyak 330 titik telah ditangani.

"Keselamatan perjalanan kereta api menjadi prioritas utama. Kami secara rutin memantau dan menangani vegetasi yang berpotensi mengganggu operasional seiring meningkatnya curah hujan dan angin kencang," ujar Anwar dalam keterangan resmi, Rabu (3/6).

Pohon-pohon yang dipangkas umumnya memiliki dahan menjulur ke arah rel. Jika dibiarkan, dahan patah atau pohon tumbang bisa menghalangi jalur ruang bebas kereta dan mengganggu pandangan masinis.

Wilayah dengan Vegetasi Paling Rapat Jadi Prioritas

Petugas prasarana dikerahkan di berbagai lintas operasional. Realisasi penopingan tertinggi tercatat di wilayah Resor Teluk Dalam, Perlanaan, Siantar, dan Perbaungan. Kawasan-kawasan ini memiliki vegetasi cukup rapat di sekitar jalur rel.

KAI memastikan seluruh proses pemangkasan tetap mengutamakan aspek keselamatan kerja dan kelestarian lingkungan. Artinya, hanya pohon yang benar-benar mengancam yang dipotong, bukan sembarang vegetasi.

Aturan Larangan Tanam Pohon di Dekat Rel

KAI Divre I Sumut kembali mengingatkan masyarakat tentang regulasi ruang manfaat dan ruang pengawasan jalur kereta api. Berdasarkan Pasal 178 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian, setiap orang dilarang menanam pohon tinggi di area tersebut.

"Pohon tinggi di area itu dapat mengganggu pandangan bebas masinis dan membahayakan keselamatan perjalanan kereta api," tegas Anwar.

Larangan ini bukan tanpa alasan. Selain menghalangi pandangan, akar pohon besar juga bisa merusak struktur rel dan drainase di sekitarnya.

Cuaca Ekstrem Jadi Pemicu Utama

Langkah antisipatif ini diambil menyusul tingginya intensitas hujan dan angin kencang yang melanda Sumatra Utara dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi ini meningkatkan risiko pohon tumbang di sepanjang jalur kereta.

KAI berkomitmen terus memantau kondisi jalur dan melakukan tindakan teknis demi memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan. Namun, upaya ini juga membutuhkan dukungan masyarakat.

"Kami mengajak seluruh masyarakat yang tinggal di sekitar jalur rel untuk bersama-sama menjaga keselamatan dengan tidak menanam tanaman berpotensi bahaya di dekat area sterilisasi," pungkas Anwar.

Reporter: Irfan Hakim
Sumber: metrotvnews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top