JAWA TENGAH — Peringatan itu disampaikan Prabowo di hadapan 12.173 peserta yang terdiri dari Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG), Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), dan mitra pelaksana MBG. Dalam kesempatan tersebut, Presiden meminta para mitra yang yakin telah menjalankan program dengan baik untuk mengangkat tangan. Tak satu pun dari mereka yang mengaku sebagai mitra nakal saat diminta mengaku di hadapan Presiden.
"Coba angkat tangan, mitra-mitra. Angkat tangan, mitra-mitra. Biar saya lihat tampang-tampang kalian," ujar Prabowo dalam sambutannya yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (4/6/2026). Ia memberi kesempatan kepada mitra yang melanggar prosedur untuk mengaku dan kembali ke jalur yang benar.
"Kembalilah ke jalan yang benar. Kembalilah ke jalan yang benar dan kalau Saudara yang cepat-cepat lapor, ngaku, Insya Allah selamat," kata Prabowo. Ia menambahkan dengan nada tegas, "Sudah, ya, gue sudah warning lo, ya."
Prabowo mengakui bahwa sektor pangan dan penyediaan makanan merupakan celah besar bagi praktik korupsi. Ia menyebut masalah makan bagi masyarakat miskin sebagai urusan sakral yang tidak boleh dijadikan alat memperkaya oknum. "Makan paling gampang dikorupsi," pungkasnya.
Untuk mencegah penyimpangan, Presiden berjanji memperkuat kapasitas lembaga pengawasan dan aparat penegak hukum. Langkah ini diambil agar program MBG berjalan sesuai target dan tidak diselewengkan oleh mitra yang tidak bertanggung jawab.
Pemerintah belum merinci bentuk sanksi bagi mitra yang terbukti melanggar. Namun, peringatan terbuka di forum nasional ini menandakan bahwa pengawasan terhadap program MBG akan diperketat. Mitra yang berinisiatif melapor dan memperbaiki diri disebut akan selamat dari hukuman.
Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu proyek prioritas pemerintahan Prabowo yang menyasar pemenuhan gizi anak sekolah dan ibu hamil. Dengan anggaran yang besar, potensi penyimpangan menjadi perhatian serius Presiden sejak awal peluncuran program.