BANYUMAS — Sosok Kepala Desa Sokawera, Mukhayat, kini menjadi rujukan warga dalam praktik pengasuhan anak yang setara. Pria yang memimpin desa di Kecamatan Cilongok itu tak hanya sibuk mengurus administrasi pemerintahan, tetapi juga aktif mengurus anak-anaknya di rumah.
Mukhayat membagi peran domestik dengan istrinya secara proporsional. Mulai dari memandikan anak, menemani belajar, hingga menyuapi makan, semua dikerjakan tanpa merasa beban.
"Saya ingin menunjukkan bahwa menjadi ayah bukan sekadar memberi nafkah. Kehadiran dan keterlibatan emosional juga penting untuk tumbuh kembang anak," ujarnya.
Di lingkungan Desa Sokawera, perubahan pola pikir soal peran ayah mulai terlihat. Sejumlah warga mengaku terinspirasi oleh kebiasaan sang kades yang tak sungkan menggendong anak atau membersihkan rumah.
Sebelumnya, pengasuhan anak di desa tersebut masih didominasi peran ibu. Ayah lebih banyak menghabiskan waktu di luar rumah untuk bekerja atau bersosialisasi.
Keterlibatan ayah dalam pengasuhan, menurut berbagai studi, berkorelasi positif dengan kecerdasan emosional dan prestasi akademik anak. Anak-anak yang dekat dengan ayahnya cenderung lebih percaya diri dan memiliki kontrol diri yang lebih baik.
Di Sokawera, beberapa ibu mengaku anak mereka lebih mudah diatur dan jarang rewel sejak sang ayah mulai rutin bermain dan mengaji bersama di rumah.
Mukhayat berharap praktiknya bisa menjadi budaya di Sokawera. Ia tak segan menegur warganya yang masih menganggap urusan anak semata-mata tugas istri.
"Saya sering bilang ke warga, kalau mau desa ini maju, mulai dari keluarga dulu. Ayah harus hadir, bukan hanya ada," pungkasnya.