BOYOLALI — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali mulai menyusun langkah antisipasi menghadapi potensi krisis air bersih yang kerap terjadi saat musim kemarau. Langkah ini diambil meskipun hingga awal Juni 2026, kapasitas tampungan air di sejumlah embung, waduk, dan telaga di wilayah tersebut masih berada dalam status relatif aman.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Boyolali, melalui keterangan resmi yang diterima, menyebutkan bahwa pemantauan rutin terhadap debit air terus dilakukan di seluruh titik sumber daya air. Data terkini menunjukkan bahwa volume air di beberapa waduk strategis masih mencukupi untuk kebutuhan warga dalam jangka pendek.
Pemkab Boyolali tidak ingin terlena dengan kondisi aman saat ini. Pengalaman musim kemarau tahun-tahun sebelumnya menunjukkan bahwa penurunan debit air bisa terjadi secara drastis dalam waktu singkat, terutama di wilayah dataran tinggi dan perbukitan. Oleh karena itu, skema mitigasi disusun lebih awal agar distribusi air bersih bisa dilakukan secara cepat dan tepat sasaran saat dibutuhkan.
Skema ini mencakup koordinasi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk memetakan desa-desa yang masuk kategori rawan kekeringan. Selain itu, Pemkab juga menyiapkan armada tangki air dan pompa untuk disiagakan di titik-titik kritis.
Pemkab Boyolali telah menyiapkan beberapa langkah operasional dalam skema mitigasi ini. Pertama, penyiagaan armada tangki air bersih yang akan dikerahkan ke desa-desa yang mengalami kekeringan. Kedua, optimalisasi fungsi embung dan telaga yang ada dengan melakukan pengerukan jika diperlukan agar daya tampungnya maksimal.
Ketiga, Pemkab juga akan mengaktifkan kembali sumur-sumur bor yang sudah ada di beberapa kelurahan sebagai sumber cadangan. Langkah ini dinilai lebih efektif untuk mengantisipasi kekeringan di daerah yang sulit dijangkau oleh jaringan pipa PDAM.
Pihak Pemkab Boyolali mengimbau masyarakat untuk mulai menggunakan air secara bijak dan efisien sejak sekarang. Partisipasi warga dalam menjaga kelestarian sumber mata air dan tidak membuang sampah sembarangan di sungai juga menjadi kunci keberhasilan mitigasi ini. Pemkab berjanji akan terus memperbarui informasi terkini mengenai ketersediaan air bersih selama musim kemarau berlangsung.