Gubernur Ahmad Luthfi Bawa Jawa Tengah Raih Penghargaan Pengendalian Inflasi Terbaik dari Kemendagri

Penulis: Gunawan Susilo  •  Jumat, 05 Juni 2026 | 18:26:01 WIB
Gubernur Ahmad Luthfi menerima penghargaan pengendalian inflasi terbaik dari Kemendagri untuk Jawa Tengah.

SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyatakan bahwa penghargaan pengendalian inflasi terbaik dari Kementerian Dalam Negeri ini menjadi stimulus bagi seluruh jajaran pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota di wilayahnya. Pencapaian ini, menurutnya, adalah hasil kerja kolektif yang harus terus dipertahankan dan ditingkatkan.

Penghargaan dari Kemendagri: Bukti Stabilitas Harga Terjaga

Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Menteri Dalam Negeri dalam sebuah forum nasional yang membahas pemulihan ekonomi dan pengendalian harga. Jawa Tengah dinilai unggul dalam sejumlah indikator, mulai dari ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, hingga keterjangkauan harga kebutuhan pokok di pasar tradisional dan modern.

“Pencapaian ini menjadi stimulus bagi jajaran pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota di wilayahnya,” ujar Gubernur Ahmad Luthfi dalam pernyataan resmi yang diterima redaksi, Selasa (18/2).

Fakta Singkat: Kunci Keberhasilan Pengendalian Inflasi Jateng

  • Koordinasi lintas sektor antara Pemprov, Bulog, dan distributor bahan pokok berjalan intensif setiap pekan.
  • Operasi pasar dan pasar murah rutin digelar di 35 kabupaten/kota untuk menjaga daya beli masyarakat.
  • Pemantauan harga secara real-time di 120 titik pasar strategis di seluruh Jawa Tengah.

Apa Dampaknya bagi Warga Jateng?

Bagi warga Jawa Tengah, penghargaan ini bukan sekadar piala. Stabilitas inflasi berarti harga beras, minyak goreng, dan cabai tidak melonjak drastis saat hari raya atau musim kemarau. Di sejumlah pasar tradisional di Semarang, harga cabai rawit misalnya, masih bertahan di kisaran Rp 40.000 hingga Rp 45.000 per kilogram dalam sepekan terakhir.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jateng menambahkan bahwa pihaknya akan memperkuat sistem informasi harga dan mempercepat distribusi dari sentra produksi ke daerah konsumen. Langkah ini untuk mengantisipasi potensi kenaikan harga jelang bulan Ramadan.

Strategi Ke Depan: Digitalisasi Data hingga Percepatan Distribusi

Ke depan, Pemprov Jateng berencana mengintegrasikan data inflasi dari 35 kabupaten/kota ke dalam satu dashboard digital. Tujuannya, agar kebijakan intervensi harga bisa lebih cepat dan tepat sasaran. Gubernur Ahmad Luthfi menginstruksikan agar setiap kepala daerah tidak lengah meskipun penghargaan telah diraih.

“Kita harus menjaga momentum ini. Inflasi yang terkendali adalah kunci utama kesejahteraan rakyat,” tegasnya.

Reporter: Gunawan Susilo
Sumber: radarsolo.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top