MAGELANG — Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, Arief Djatmiko, mengumumkan penambahan koridor baru Trans Jateng yang akan beroperasi mulai Agustus 2027. Rute ini melayani trayek Kabupaten Temanggung–Kota Magelang–Kabupaten Magelang pulang-pergi, dengan jam operasional pukul 05.00 hingga 19.00 WIB.
Layanan baru ini akan diperkuat 14 unit bus dengan frekuensi kedatangan setiap 15-20 menit. Kesepakatan bersama antar tiga daerah telah diteken untuk memperkuat integrasi transportasi antardaerah sekaligus menjadi pedoman penyelenggaraan Angkutan Aglomerasi Perkotaan.
“Kesepakatan bersama ini untuk mengetahui peran masing-masing daerah serta akan menghidupkan kembali sistem transportasi terintegrasi secara subregional maupun nasional,” kata Arief, Jumat (5/6/2026).
Kabupaten dan Kota Magelang saat ini sudah memiliki layanan angkutan sekolah gratis. Arief menyebut layanan Trans Jateng nantinya akan diintegrasikan dengan moda tersebut. Rute menuju tempat wisata di kawasan Magelang Raya juga akan disambungkan ke koridor baru ini.
“Kabupaten dan Kota Magelang sudah mempunyai angkutan sekolah gratis, dan ini akan kami integrasi juga dengan layanan Trans Jateng. Rute ke tempat wisata juga akan diintegrasikan,” ujarnya.
Koridor Trans Jateng di kawasan Gelangmanggung saat ini sudah memiliki layanan rute Magelang-Purworejo yang terhubung dengan sistem transportasi nasional, yaitu kereta api. Penambahan rute baru ini disebut Arief sebagai upaya membangun kembali sistem transportasi lokal yang terintegrasi dari kota hingga pedesaan.
Saat ini Trans Jateng sudah beroperasi di tujuh koridor dengan total 115 unit bus. Layanan tersebut tersebar di empat wilayah pengembangan (WP), yaitu Kedungsepur (Kendal, Demak, Ungaran, Kota Semarang, Purwodadi); Solo Raya; Banyumas Raya; serta Purworejo-Magelang.
Penambahan koridor baru ini merupakan bagian dari sinkronisasi program, dukungan pembiayaan, serta pengembangan layanan yang terintegrasi dengan angkutan pengumpan (feeder) di kawasan Jawa Tengah bagian selatan.