Pemilik Motor Listrik Wajib Tahu, Ini Akibatnya Jika Baterai Tidak Dikalibrasi Rutin 6 Bulan Sekali

Penulis: Hendra Wijaya  •  Sabtu, 06 Juni 2026 | 17:28:01 WIB
Pemilik motor listrik diimbau melakukan kalibrasi baterai setiap 6 bulan untuk menjaga performa.

JAWA TENGAH — Jakarta, Kompas.com — Perawatan motor listrik tidak hanya soal mengecas baterai setiap hari. Ada satu proses krusial yang kerap terlewat oleh pemilik: kalibrasi atau balancing arus baterai. Tanpa perawatan ini, performa motor listrik bisa menurun drastis tanpa disadari pengendaranya.

Awal Mula: Arus yang Tidak Lagi Seimbang

Mohamad Rifki Rabani, pemilik bengkel spesialis motor listrik STB EV, menjelaskan bahwa ketidakseimbangan arus terjadi secara perlahan. Pola pengisian daya dan pemakaian sehari-hari membuat setiap sel baterai menerima arus yang berbeda-beda saat dicas.

"Nanti, lama kelamaan ketika dicas, masuk arusnya tidak sama. Ya, karena arusnya tidak seimbang," ujar Rifki kepada Kompas.com.

Fenomena ini paling rentan terjadi pada motor listrik yang masih menggunakan baterai jenis Sealed Lead-Acid (SLA). Baterai jenis ini memang lebih murah, tapi sensitif terhadap siklus pengisian yang tidak sempurna.

Gejala: Motor Terasa Pincang Saat Digas

Dampak dari baterai yang tidak seimbang langsung terasa saat motor dijalankan. Tenaga yang disalurkan ke roda belakang tidak stabil, membuat motor terasa tersendat-sendat.

Rifki menganalogikan masalah ini dengan kendala teknis pada mobil konvensional. "Kalau baterai tidak dikalibrasi, nanti motor jalannya kayak tersendat-sendat gitu. Kalau di mobil, kayak mesin mati satu pengapiannya, jadi kayak pincang gitu," jelasnya.

Jika dibiarkan terus-menerus, ketidakseimbangan ini bisa memperpendek usia pakai baterai secara signifikan. Alih-alih hanya mengeluarkan Rp 200.000 untuk kalibrasi, pemilik justru harus merogoh kocek jutaan rupiah untuk membeli unit baterai baru.

Proses Kalibrasi: Berapa Biaya dan Berapa Sering?

Proses kalibrasi atau balancing ini sebenarnya sederhana. Bengkel spesialis akan menyeimbangkan kembali arus listrik di setiap sel baterai menggunakan peralatan khusus.

"Sebenarnya, setiap 6 bulan sekali itu perlu di-balancing ulang atau kalibrasi. Untuk kalibrasi baterai, itu biayanya Rp 200.000, sudah termasuk jasa," kata Rifki.

Biaya tersebut tergolong terjangkau jika dibandingkan dengan risiko kerusakan total. Untuk pemilik motor listrik, terutama yang menggunakan baterai SLA, memasukkan agenda kalibrasi ke dalam jadwal servis rutin adalah langkah paling bijak untuk menjaga kenyamanan berkendara sekaligus memperpanjang usia pakai kendaraan.

Reporter: Hendra Wijaya
Sumber: otomotif.kompas.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top