SEMARANG — Kepengurusan baru IGI Jawa Tengah periode 2026-2031 resmi terbentuk setelah Dr. Imron terpilih sebagai Ketua Wilayah. Proses reorganisasi berlangsung di Semarang dan melibatkan perwakilan pengurus dari berbagai daerah. Pemilihan berlangsung aklamasi setelah seluruh peserta musyawarah sepakat menunjuk tokoh pendidikan tersebut.
Dalam struktur baru ini, IGI Jawa Tengah juga membentuk Dewan Kehormatan Daerah yang beranggotakan lima tokoh pendidikan. Mereka adalah Mulyo Utomo, S.Pd., M.Pd., M.Kom., Joko Susila, S.Pd., M.Pd., Drs. Sudharto, M.Pd., Nokman Riyanto, S.Pd.S. Kelima nama ini didaulat untuk menjaga muruah dan kode etik organisasi selama periode kepengurusan berjalan.
Dewan Kehormatan Daerah merupakan posisi krusial dalam struktur IGI. Tugas utamanya adalah mengawasi kepatuhan seluruh anggota dan pengurus terhadap kode etik organisasi. Mulyo Utomo, yang dikenal sebagai akademisi dan praktisi pendidikan, menjadi salah satu nama yang dipercaya mengemban amanah tersebut.
Joko Susila dan Drs. Sudharto, dua nama lain dalam dewan ini, memiliki rekam jejak panjang di dunia pendidikan Jawa Tengah. Sementara Nokman Riyanto melengkapi komposisi dewan dengan latar belakang sebagai guru senior. Kelimanya diharapkan mampu menjadi penjaga marwah organisasi profesi guru di tingkat provinsi.
Dr. Imron, yang kini resmi menjabat Ketua Wilayah IGI Jawa Tengah, akan memimpin organisasi hingga 2031. Kepemimpinannya dimulai setelah proses reorganisasi yang melibatkan pengurus dari 35 kabupaten/kota. Ia menggantikan kepengurusan sebelumnya yang masa tugasnya telah berakhir.
IGI merupakan salah satu organisasi profesi guru terbesar di Indonesia. Di Jawa Tengah, organisasi ini memiliki ribuan anggota yang tersebar di berbagai jenjang pendidikan. Reorganisasi kepengurusan menjadi agenda rutin setiap lima tahun sekali untuk memastikan regenerasi kepemimpinan berjalan sesuai aturan organisasi.
Dewan Kehormatan Daerah memiliki fungsi mengawasi pelaksanaan kode etik organisasi. Mereka berwenang memberikan sanksi atau rekomendasi kepada anggota yang melanggar aturan. Keberadaan dewan ini menjadi penting untuk menjaga profesionalisme dan integritas guru di Jawa Tengah.
Dengan terbentuknya kepengurusan baru, IGI Jawa Tengah diharapkan semakin aktif dalam meningkatkan kompetensi guru. Program-program peningkatan kualitas pengajaran dan advokasi kesejahteraan guru menjadi prioritas yang akan dijalankan dalam lima tahun ke depan.