PEKALONGAN — Sebanyak 353 jemaah haji asal Kabupaten Pekalongan yang tergabung dalam Kloter 12 tiba di tanah air setelah menuntaskan rangkaian ibadah di Tanah Suci. Mereka disambut langsung oleh Plt Bupati Sukirman di Aula Lantai 1 Sekretariat Daerah Kabupaten Pekalongan, Senin (8/6/2026).
Sukirman menegaskan, predikat haji mabrur dan hajjah mabruroh tidak cukup hanya diraih selama di Mekkah. Ia meminta agar predikat itu tercermin dalam kehidupan sehari-hari melalui peningkatan ketakwaan, akhlak, serta kepedulian sosial.
“Pesan yang selalu disampaikan para kiai adalah bagaimana setelah pulang haji kita dapat terus meningkatkan ketakwaan. Makna haji mabrur dan mabruroh adalah adanya perubahan ke arah yang lebih baik dalam kehidupan,” ujar Sukirman.
Plt Bupati menambahkan, jemaah haji memiliki peran strategis sebagai panutan, terutama dalam menjaga nilai-nilai moral di tengah dinamika pembangunan daerah. Ia berharap para jemaah dapat turut serta mengawal keseimbangan akhlak dan moral di Kabupaten Pekalongan.
“Yang tidak kalah penting, para jamaah diharapkan dapat turut menjaga keseimbangan akhlak dan moral dalam mengawal pembangunan di Kabupaten Pekalongan,” kata Sukirman.
Rasa syukur mendalam diungkapkan Wirham bersama istrinya, Niti Mutmainah, asal Kecamatan Kandangserang. Pasangan ini harus menunggu selama 14 tahun untuk bisa menunaikan ibadah haji.
“Alhamdulillah kami bisa menjalankan ibadah haji dari awal sampai akhir dalam keadaan selamat. Kami dapat melaksanakan rukun haji, wajib haji, dan sunnah-sunnah haji,” ujar Wirham.
Wirham mengaku kebersamaan selama menjalankan ibadah haji menciptakan hubungan yang erat di antara jemaah. Ia merasa haru saat harus berpisah dengan rekan-rekan seperjalanan setelah kembali ke tanah air.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada para pembimbing dan teman-teman yang selalu akrab, menyenangkan, dan menggembirakan. Saat kembali ke keluarga dan harus berpisah dengan teman-teman, rasanya berat,” katanya.
Di tengah suasana penyambutan, kabar duka turut menyelimuti kepulangan Kloter 12. Dua jemaah haji asal Kabupaten Pekalongan dilaporkan meninggal dunia saat menunaikan ibadah haji.
Mereka adalah H. Siti Rahayu dari Desa Lambanggelun dan H. Supeno dari Desa Kwagean. Pemerintah Kabupaten Pekalongan menyampaikan belasungkawa dan mengajak masyarakat mendoakan agar keduanya mendapatkan husnul khatimah.