Kubu PB XIV Purboyo Buka Ruang Kirab Pusaka 1 Suro Bersama, LDA Ingatkan Semua Pihak Jaga Spirit Sakral

Penulis: Faizal Ramadhan  •  Selasa, 09 Juni 2026 | 14:55:31 WIB
GKR Panembahan Timoer Rumbai menyatakan kesiapan kubu PB XIV Purboyo untuk kirab pusaka 1 Suro bersama.

SOLO — Peluang digelarnya Kirab Pusaka 1 Suro secara bersama antara dua kubu di lingkungan Keraton Kasunanan Surakarta akhirnya terbuka. Pernyataan itu disampaikan langsung oleh GKR Panembahan Timoer Rumbai dari kubu PB XIV Purboyo saat ditemui di Talang Paten, Selasa (9/6/2026).

Apa Dasar Kubu PB XIV Purboyo Membuka Ruang Kirab Bersama?

Menurut Timoer, pelaksanaan kirab yang telah diumumkan pihaknya merupakan bagian dari dawuh dalem atau titah raja yang harus dijalankan sesuai paugeran Keraton. Ia menegaskan, kirab bersama justru bisa menjadi momentum untuk mempererat suasana di lingkungan keraton yang sempat terbelah.

“Dari kemarin kami sudah menegaskan bahwa acara-acara yang dikeluarkan di Surakarta itu berarti dawuh dalem. Artinya dawuh seorang raja. Ketika mereka ingin melakukan acara Suro juga, kalau mereka ingin bersama-sama dengan kita sesuai dawuh dalem PB XIV, monggo kami sambut, tidak masalah,” ujar Timoer.

Lokasi, Waktu, dan Pusaka yang Sama: Potensi Gesekan Diantisipasi

Timoer merinci, seluruh elemen teknis kirab akan berlangsung di lokasi dan waktu yang identik. Mulai dari tempat keluar pusaka, kebo bule yang digunakan, hingga hari pelaksanaan tidak ada perbedaan.

“Lokasinya sama, harinya sama, kebo bulenya sama. Kemudian tempat keluarnya pusaka juga sama. Jadi pasti kita akan bertemu di situ. Ketika bertemu, saya berharap tidak akan ada gesekan apa-apa, karena kami hanya menjalankan sesuai paugeran dan dawuh raja,” katanya.

Ia pun mengajak seluruh masyarakat, termasuk para sentana dan abdi dalem, untuk menghormati jalannya upacara sakral tersebut. “Kita minta baik masyarakat, Darah Dalem maupun Sentono untuk menghormati upacara ini. Jadi kalau sampai terjadi gesekan, berarti mereka tidak menghormati upacaranya,” tegasnya.

LDA: Konsisten pada Tanggal, Tapi Ada Pihak yang Merasa Punya Otoritas Lebih Tinggi

Ketua Eksekutif Lembaga Dewan Adat (LDA), KPH Edy Wirabhumi, menegaskan bahwa Kirab Pusaka 1 Suro selama ini secara konsisten dilaksanakan pada malam 16 menuju 17 Juni. Menurutnya, tanggal tersebut tidak mengikuti keputusan kelompok mana pun, melainkan sudah menjadi patokan tetap.

“Siapa ikut siapa itu kan pertama tanggalnya yang benar memang tanggal 16 malam 17. Dari kita konsisten tanggal 16 malam 17. Artinya tanggal itu tidak ikut sana, tidak ikut sini. Ya tanggalnya itu,” ujarnya.

Edy mengakui, secara teknis kirab bersama tidak menjadi persoalan. Yang menjadi tantangan adalah menyatukan persepsi semua pihak agar suasana tetap kondusif. Ia menyebut masih ada kelompok yang merasa memiliki otoritas lebih tinggi dan enggan menuju titik temu.

“Bagaimana supaya terjadi suasana yang baik itu. Masalahnya pasti ada pihak-pihak yang tidak mau menuju suasana yang baik tadi, merasa punya otoritas yang lebih tinggi. Tapi saya mengusulkan ini dilakukan secara bertahap. Jangan sampai acara sakral kemudian diwarnai tindakan maupun ucapan yang jauh dari spirit sakral itu sendiri,” tandasnya.

Reporter: Faizal Ramadhan
Sumber: joglosemarnews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top