Keraton Kasunanan Surakarta Cetak Sejarah Baru, Dua Raja Hadir Bersama dalam Wilujengan Malam 1 Suro

Penulis: Joko Purnomo  •  Rabu, 17 Juni 2026 | 11:45:31 WIB
Dua Raja Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat hadir bersama dalam prosesi Wilujengan Malam 1 Suro.

SURAKARTA — Dua pemegang tahta tertinggi di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat hadir dalam satu panggung yang sama pada perayaan Malam 1 Suro. Momen ini dinilai sebagai babak baru dalam hubungan internal keraton yang sempat memanas beberapa tahun terakhir.

Kedua raja, SISKS Pakubuwono XIV Mangkubumi dan SISKS Pakubuwono XIV Purboyo, tampak mengikuti prosesi wilujengan yang digelar di kompleks Keraton Surakarta, Senin malam. Keduanya duduk bersebelahan dalam prosesi doa bersama yang menjadi puncak rangkaian acara Kirab Pusaka.

Mengapa Kehadiran Dua Raja Ini Dianggap Bersejarah?

Sejak tahun 2004, Keraton Kasunanan Surakarta mengalami dualisme kepemimpinan. Dua garis keturunan mengklaim sebagai pewaris sah tahta Pakubuwono. Prosesi Malam 1 Suro sebelumnya kerap digelar terpisah oleh masing-masing kubu. Kehadiran PB XIV Mangkubumi dan PB XIV Purboyo dalam satu wilujengan menjadi sinyal rekonsiliasi yang nyata di mata masyarakat.

Dalam tradisi keraton, wilujengan Malam 1 Suro merupakan ritual sakral untuk memohon keselamatan dan kesejahteraan. Rangkaian acara diawali dengan doa bersama di Bangsal Sasana Sewaka, dilanjutkan dengan kirab pusaka keliling kompleks keraton. Pusaka yang dikirab antara lain tombak dan keris peninggalan raja-raja Surakarta.

Prosesi Berlangsung Lancar, Pengamanan Diperketat

Pantauan di lokasi, masyarakat umum dan abdi dalem memadati area keraton sejak sore hari. Pengamanan dilakukan oleh petugas kepolisian dan Satpol PP setempat. Tidak ada insiden yang mengganggu jalannya prosesi hingga selesai pada tengah malam.

Wilujengan Malam 1 Suro di Keraton Surakarta kali ini juga dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah dan tokoh budaya. Mereka duduk di barisan depan bersama kedua raja, mengikuti doa bersama yang dipimpin oleh penghulu keraton.

Masyarakat Surakarta dan sekitarnya menyambut positif momen ini. Banyak yang berharap agar kerukunan antara kedua kubu terus terjaga dan keraton kembali menjadi pusat kebudayaan Jawa yang solid.

Reporter: Joko Purnomo
Sumber: radarsolo.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top