SURAKARTA — Sekda Jateng Sumarno hadir mewakili Gubernur Ahmad Luthfi dalam Kirab Pusaka Malam 1 Suro di Pura Mangkunegaran, Selasa (16/6) malam. Ia menyebut tradisi tahunan ini bukan sekadar ritual, melainkan bagian dari upaya melestarikan warisan budaya Jawa sekaligus memacu roda ekonomi daerah.
Kirab dimulai sekitar pukul 20.00 WIB setelah Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkunegara X memberi perintah pemberangkatan. Sebanyak enam pusaka Mangkunegaran—lima tombak dan satu pusaka dalam jodang (kotak kaca)—dibawa keluar oleh para abdi dalem.
Ribuan peserta berjalan kaki tanpa alas dan menjalani laku tapa bisu alias berjalan dalam keheningan. Rute kirab membentang dari Pura Mangkunegaran menuju Ngarsopuro, melintasi Jalan Diponegoro, Jalan Slamet Riyadi, Jalan Kartini, Jalan RM Said, Jalan Teuku Umar, lalu kembali ke Pura Mangkunegaran.
Tahun ini, acara dihadiri sekitar 10.000 tamu undangan dan diikuti 2.500 peserta dari berbagai kalangan—keluarga besar Mangkunegaran, masyarakat umum, pejabat pemerintah, hingga tokoh publik nasional.
“Kami dari Pemprov Jateng mengapresiasi Pura Mangkunegaran, karena ini merupakan bagian dari nguri-uri (melestarikan) budaya dan tradisi,” kata Sumarno. Ia menilai antusiasme masyarakat yang memadati sepanjang rute kirab membuktikan tradisi budaya masih punya daya tarik kuat di tengah perkembangan zaman.
“Mudah-mudahan kegiatan seperti ini juga menjadi pemicu pergerakan ekonomi di Kota Surakarta,” ujarnya.
Tak hanya menyaksikan kirab, warga juga menanti momen perebutan air bekas jamasan pusaka. Air itu dipercaya membawa berkah. Marimin (54), salah satu warga, mengaku rela datang khusus untuk mendapatkannya. “Tadi ambil air jamasan. Buat minum, mencari berkah dari sini,” tuturnya.
Menurut Sumarno, pelestarian tradisi yang dilakukan Kasunanan Surakarta dan Pura Mangkunegaran sejalan dengan program Pemprov Jateng dalam menjaga dan mengembangkan kebudayaan daerah. “Apa yang dilakukan teman-teman di Kasunanan maupun Mangkunegaran menjadi bagian dari program pemerintah Jawa Tengah juga. Karena itu kegiatan-kegiatan budaya seperti ini terus kita fasilitasi dan dukung,” katanya.
Kirab Malam 1 Suro Mangkunegaran tahun ini sekaligus menjadi magnet wisata yang menggerakkan UMKM dan sektor jasa di sekitar lokasi. Ribuan warga yang tumpah ruah di rute kirab memberikan dampak langsung pada pedagang kaki lima, parkir, dan transportasi lokal.