Harga Beras di Solo Merangkak Naik Imbas Panen Terlambat, Pembeli Mulai Kurangi Jumlah Belanja

Penulis: Joko Purnomo  •  Jumat, 26 Juni 2026 | 21:37:01 WIB
Pedagang beras di Pasar Gede Solo mencatat penurunan pembelian akibat kenaikan harga.

SOLO — Kenaikan harga beras mulai terasa dampaknya di pasar-pasar tradisional Kota Solo dalam sepekan terakhir. Para pedagang eceran mencatat adanya penurunan volume pembelian dari konsumen rumah tangga yang biasanya membeli dalam jumlah lebih besar.

Kondisi ini dipicu oleh mundurnya jadwal panen di sejumlah sentra produksi beras di Jawa Tengah. Akibatnya, pasokan ke pasar berkurang sementara permintaan tetap berjalan, mendorong harga naik secara bertahap.

Pembeli Beralih ke Kemasan Lebih Kecil

Pedagang di Pasar Gede Solo mengungkapkan, konsumen yang sebelumnya biasa membeli beras 5 hingga 10 kilogram kini hanya membeli 2 sampai 3 kilogram. “Biasanya beli banyak, sekarang milih yang pas-pasan buat sehari,” ujar salah seorang pedagang, Senin lalu.

Fenomena serupa juga terlihat di sejumlah warung kelontong di permukiman padat penduduk seperti di Kelurahan Laweyan dan Jebres. Pemilik warung menyebut omzet harian menurun karena margin keuntungan dari penjualan beras juga ikut tergerus harga beli yang lebih tinggi dari distributor.

Keterlambatan Panen Jadi Pemicu Utama

Keterlambatan panen yang terjadi di beberapa kabupaten penghasil beras di Jawa Tengah disebut sebagai faktor utama lonjakan harga saat ini. Musim hujan yang berkepanjangan menyebabkan jadwal tanam dan panen bergeser dari perkiraan awal.

Akibatnya, stok beras di tingkat pedagang pengumpul menipis. Pedagang di Solo mengaku harus mencari pasokan dari daerah yang lebih jauh, yang otomatis menambah biaya transportasi dan harga jual di tingkat konsumen.

Belum Ada Intervensi Harga dari Pemkot

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Pemerintah Kota Solo terkait langkah intervensi harga beras. Operasi pasar atau penyaluran beras murah dari Bulog belum dijadwalkan untuk menyasar pasar eceran di kota ini.

Para pedagang berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah agar daya beli masyarakat tidak terus menurun. “Kalau terus begini, pembeli makin sepi. Kami juga bingung mau jual berapa lagi,” ujar seorang pedagang lainnya.

Reporter: Joko Purnomo
Sumber: radarsolo.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top