KUDUS — Dinding rumah yang dulu dibangun dengan pasir sungai dan mudah jebol, kini sudah berganti tembok kokoh. Lantai rumah yang dulu lebih rendah dari jalan hingga air banjir mudah masuk, kini sudah ditinggikan dan aman dari genangan. Perubahan total itu dirasakan Hadi Mulyono setelah rumah yang ia tinggali selama 25 tahun tersentuh program perbaikan RTLH dari Pemprov Jateng.
"Terima kasih Pak Luthfi atas bantuannya. Saya senang sekali, senang bisa membangun rumah," ujar Hadi saat dikunjungi Gubernur Jateng Ahmad Luthfi bersama Bupati Kudus Sam'ani Intakoris, Senin lalu.
Hadi mengaku, keinginan untuk memperbaiki rumah sudah lama ada. Namun, sebagai kuli bangunan yang pendapatannya Rp100 ribu per hari, ia kesulitan mengumpulkan uang untuk membeli material. Istrinya bekerja di pabrik, sementara anak pertamanya juga bekerja di pabrik kertas. Semua pemasukan habis untuk kebutuhan sehari-hari.
"Dulu punya keinginan mau bangun atau perbaiki rumah ini, tapi mengumpulkan uang dari dulu nggak cukup-cukup. Tertolong sekali dengan adanya bantuan dari Pak Luthfi ini," tutur Hadi.
Kondisi rumah Hadi sebelum diperbaiki sangat memprihatinkan. Posisi rumah yang lebih rendah dari jalan menyebabkan air hujan langsung masuk ke dalam rumah saat musim penghujan. Dinding rumah yang terbuat dari pasir sungai juga sudah banyak yang rapuh dan rawan jebol. Selama bertahun-tahun, ia dan keluarga bertahan di rumah yang tak nyaman itu.
Kini, setelah program RTLH selesai dikerjakan pada 2025, rumah tersebut berubah total. Hadi mengaku tak henti-hentinya mengucap syukur karena rumah yang selama puluhan tahun ia tempati bersama keluarga akhirnya layak huni.