Nur Arifah Kembali Pimpin Muslimat NU Kabupaten Semarang, Targetkan Program Pemberdayaan Perempuan Desa

Penulis: Faizal Ramadhan  •  Selasa, 30 Juni 2026 | 15:59:32 WIB
Nur Arifah kembali terpilih memimpin Muslimat NU Kabupaten Semarang untuk periode 2024–2029.

UNGARAN — Nur Arifah kembali dipercaya memimpin Pimpinan Cabang Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Semarang untuk lima tahun ke depan. Pemilihan berlangsung dalam Konferensi Cabang (Konfercab) Muslimat NU yang digelar di Ungaran, Senin (17/3).

Program Prioritas: Perempuan Desa dan Ekonomi Keluarga

Nur Arifah menyebut program pemberdayaan ekonomi perempuan di tingkat desa bakal menjadi fokus utama. Ia ingin kader Muslimat NU tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tapi juga mampu menggerakkan usaha mikro di kampung masing-masing.

"Kami akan mendorong pelatihan keterampilan dan akses permodalan bagi ibu-ibu di 24 kecamatan. Ini penting agar peran perempuan di pedesaan semakin terlihat," ujarnya dalam sambutan usai terpilih.

Kader Perempuan NU Jadi Garda Depan Sosial

Muslimat NU selama ini dikenal sebagai organisasi massa perempuan terbesar di Kabupaten Semarang. Kehadirannya kerap menjadi ujung tombak penanganan masalah sosial seperti stunting, kemiskinan, dan pendidikan anak.

Nur Arifah menegaskan, pihaknya akan memperkuat jaringan posyandu dan taman pendidikan Alquran (TPA) binaan Muslimat. "Kader kami ada di setiap desa. Mereka yang paling dekat dengan persoalan warga," tambahnya.

Konfercab Dihadiri Ratusan Kader

Konferensi Cabang Muslimat NU Kabupaten Semarang kali ini diikuti perwakilan dari 24 pengurus ranting dan anak cabang. Acara berlangsung tertutup di Aula Kantor MWC NU Ungaran Barat.

Proses pemilihan berjalan aklamasi setelah Nur Arifah menjadi satu-satunya calon yang memenuhi syarat. Ia sebelumnya juga menjabat sebagai ketua pada periode 2020–2025.

Target Lima Tahun ke Depan

Nur Arifah menargetkan pembentukan koperasi Muslimat di setiap kecamatan dalam dua tahun pertama. Saat ini baru 10 dari 24 kecamatan yang memiliki koperasi aktif.

"Koperasi ini akan jadi motor ekonomi anggota. Kalau sudah jalan, ibu-ibu bisa punya usaha sendiri tanpa harus bergantung pada tengkulak," katanya.

Reporter: Faizal Ramadhan
Sumber: radarsemarang.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top