JAWA TENGAH — Pertamina Patra Niaga mengumumkan penyesuaian harga BBM non-subsidi yang berlaku efektif mulai Rabu (1/7). Penurunan signifikan dirasakan pada lini bahan bakar diesel dan bensin oktan tinggi. Keputusan ini merupakan hasil evaluasi berkala yang mempertimbangkan dinamika harga minyak mentah global dan daya beli masyarakat.
Untuk wilayah DKI Jakarta, Pertamina Dex kini dibanderol Rp 21.150 per liter, turun drastis dari harga sebelumnya yang mencapai Rp 24.800 per liter. Penurunan juga terjadi pada Dexlite yang dipangkas menjadi Rp 19.700 per liter dari semula Rp 23.000 per liter.
Tak hanya untuk kendaraan darat, bahan bakar penerbangan Avtur di Bandara Soekarno-Hatta juga ikut turun menjadi Rp 19.190 per liter. Sebelumnya, harga Avtur berada di kisaran Rp 22.190 per liter.
Untuk pengguna bensin oktan tinggi, Pertamax Turbo (RON 98) turun menjadi Rp 19.300 per liter dari sebelumnya Rp 20.750 per liter. Sementara itu, Pertamax (RON 92) tetap bertahan di angka Rp 16.250 per liter dan Pertamax Green 95 di Rp 17.000 per liter.
Produk bersubsidi seperti Pertalite dan Solar juga tidak mengalami perubahan harga.
Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menjelaskan bahwa kebijakan ini merupakan hasil evaluasi berkala. "Penyesuaian mengacu pada dinamika harga minyak mentah dunia, pertimbangan aspek fiskal nasional, serta komitmen menjaga daya beli ekonomi masyarakat pengguna BBM nonsubsidi," jelasnya dalam pernyataan resmi.
Penurunan ini menjadi kabar baik bagi pengguna kendaraan diesel komersial dan pribadi yang selama ini mengandalkan Dexlite atau Pertamina Dex. Selisih harga yang cukup lebar bisa langsung dirasakan saat pengisian penuh tangki.
Pertamina menyediakan daftar lengkap perubahan harga untuk setiap provinsi. Konsumen bisa mengakses informasi tersebut langsung melalui situs resmi Pertamina. Disarankan untuk mengecek harga di SPBU tujuan karena tarif antarwilayah bisa berbeda tergantung biaya distribusi dan regulasi daerah.
Penurunan ini berlaku untuk semua segmen konsumen, mulai dari pengguna harian hingga operator logistik yang mengandalkan Dex Series untuk efisiensi operasional.