Balita di Brebes Meninggal Tenggelam di Saluran Irigasi Bumiayu, Sempat Dinyatakan Hilang 4 Jam

Penulis: Hendra Wijaya  •  Minggu, 05 Juli 2026 | 16:41:02 WIB
Balita berinisial MAA ditemukan meninggal tenggelam di saluran irigasi Bumiayu setelah pencarian selama empat jam.

BREBES — Peristiwa tragis terjadi di wilayah Brebes bagian selatan setelah seorang balita hanyut dan tenggelam di saluran irigasi. Korban berinisial MAA, warga Dukuh Congkar RT 04 RW 05, ditemukan dalam kondisi mengambang oleh warga setempat setelah pencarian berlangsung sekitar empat jam.

Kronologi: Berpamitan Salat Jumat, Tak Kembali ke Rumah

Pihak keluarga menyebut korban meninggalkan rumah sejak pukul 12.00 WIB dengan berpamitan hendak melaksanakan ibadah salat Jumat. Namun hingga jemaah salat usai, anak tersebut tak kunjung pulang sehingga orang tua mulai cemas.

Warga bersama perangkat desa langsung melakukan pencarian mandiri secara masif. Mereka menyusuri area persawahan dan sepanjang aliran irigasi yang selama ini kerap menjadi tempat bermain korban.

Ditemukan Mengambang, Saksi Langsung Lompat ke Air

Sekitar pukul 16.00 WIB, seorang warga bernama Muhammad Khaerun melihat sesosok jasad anak-anak dalam posisi mengambang dan hanyut terbawa arus. Tanpa membuang waktu, saksi langsung melompat ke air untuk mengevakuasi korban ke daratan.

Penemuan tersebut kemudian dilaporkan secara berantai kepada Ketua RT Asrori Suroso, perangkat desa Kismanto, hingga akhirnya diteruskan ke Mapolsek Bumiayu pada pukul 16.30 WIB.

Polisi dan Tim Medis Lakukan Pemeriksaan

Petugas dari Polsek Bumiayu bersama tim medis yang tiba di lokasi langsung melakukan pemeriksaan terhadap kondisi balita. Hasil pemeriksaan awal mengonfirmasi bahwa korban telah meninggal dunia akibat tenggelam.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih mendalami peristiwa tersebut. Belum ada keterangan resmi dari Kapolsek Bumiayu terkait langkah penanganan lebih lanjut.

Keluarga Berduka, Warga Diminta Tingkatkan Pengawasan

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi orang tua, khususnya yang memiliki anak berkebutuhan khusus, untuk meningkatkan pengawasan terhadap buah hati. Saluran irigasi di kawasan persawahan memang kerap menjadi lokasi bermain anak-anak, namun menyimpan bahaya besar terutama saat debit air tinggi.

Warga setempat berharap pemerintah desa dapat memberikan imbauan atau memasang rambu peringatan di titik-titik rawan tenggelam di sepanjang saluran irigasi Dukuh Congkar. Jenazah korban rencananya akan segera disemayamkan oleh pihak keluarga.

Reporter: Hendra Wijaya
Sumber: radartegal.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top