Ribuan Warga Padati Merti Dusun Pesanggrahan Kendal, Gebyar Jaran Kepang dan Ritual Sumber Mata Air Jadi Daya Tarik

Penulis: Irfan Hakim  •  Senin, 06 Juli 2026 | 12:56:02 WIB
Ribuan warga memadati Dusun Pesanggrahan untuk mengikuti tradisi Merti Dusun Kendal.

KENDAL — Ribuan warga dari berbagai usia memadati Dusun Pesanggrahan, Desa Sidokumpul, Kecamatan Patean, untuk mengikuti rangkaian tradisi Merti Dusun yang berpuncak pada pertunjukan Gebyar Jaran Kepang. Perayaan yang digelar setiap bulan Suro ini tidak hanya menjadi hiburan rakyat, tetapi juga simbol komitmen masyarakat menjaga warisan leluhur.

Sejak Kamis dini hari, warga memulai prosesi dengan doa bersama dan slametan di empat sumber mata air yang menjadi sumber kehidupan mereka. Salah satu lokasi yang paling ramai dikunjungi adalah mata air Kalilingseng di RT 48 RW 10. Ritual ini merupakan ungkapan syukur atas limpahan rezeki sekaligus permohonan agar kehidupan masyarakat senantiasa diberkahi.

Ritual di Makam Mbah Kyai Santri dan Gotong Royong Warga

Usai prosesi di sumber mata air, warga bergotong royong membersihkan lingkungan dusun. Tradisi dilanjutkan dengan slametan di kompleks makam yang diyakini sebagai petilasan Mbah Kyai Santri, tokoh penyebar agama Islam di wilayah Pesanggrahan. Pada malam harinya, masyarakat mengikuti pengajian sebagai bagian dari rangkaian doa bersama.

Puncak kemeriahan terjadi saat Gebyar Jaran Kepang digelar sejak pagi hingga malam. Penampilan para seniman berhasil menyedot perhatian ribuan penonton yang memadati lokasi pertunjukan, menciptakan suasana meriah yang menjadi ciri khas perayaan Merti Dusun setiap tahunnya.

Kepala Dusun: Tradisi Turun-Temurun yang Terus Dijaga

Kepala Dusun Pesanggrahan, Teguh Rahayu, mengatakan tradisi tersebut telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat yang terus dijaga secara turun-temurun. "Ini merupakan rangkaian Merti Dusun Pesanggrahan yang setiap tahun kami laksanakan bersama. Tradisi ini menjadi adat yang terus kami lestarikan," ujarnya.

Sementara itu, panitia kegiatan, Faisal, menegaskan bahwa pelestarian budaya menjadi tanggung jawab seluruh masyarakat, terutama generasi muda. "Kami akan terus menjaga budaya warisan nenek moyang. Tradisi ini bukan sekadar hiburan, tetapi identitas masyarakat Pesanggrahan yang harus tetap hidup di tengah perkembangan zaman," katanya.

Menurut Faisal, Merti Dusun menjadi ruang bagi masyarakat untuk memperkuat kebersamaan sekaligus mengenalkan budaya lokal kepada generasi muda agar tidak kehilangan akar tradisinya. Perayaan tahun ini kembali membuktikan bahwa ritual adat masih memiliki tempat di hati warga Kendal, meskipun modernisasi terus berjalan.

Reporter: Irfan Hakim
Sumber: puskapik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top