SOLO — Garuda Muda tampil perkasa di hadapan publik Solo. Tiga gol tanpa balas ke gawang Malaysia U-17 pada laga kedua Garuda Championship Series 2026, Selasa (7/7/2026), menjadi panggung bagi sang kapten untuk membeberkan filosofi permainan tim.
Kemenangan ini, menurut sang kapten, adalah cerminan dari apa yang terus mereka latih di sesi pemusatan latihan. Bukan sekadar menang, tetapi cara meraih kemenangan itu yang menjadi tolok ukur utama.
“Kami tidak hanya mengejar hasil. Lebih dari itu, kami ingin menunjukkan bagaimana Garuda Muda seharusnya bermain,” ujar sang kapten usai laga. Ia menekankan bahwa skema pressing tinggi dan transisi cepat yang diperagakan sepanjang pertandingan adalah identitas yang tengah dibangun pelatih.
Permainan kolektif menjadi kunci. Umpan-umpan pendek yang rapi dan pergerakan tanpa bola yang dinamis membuat lini belakang Malaysia kesulitan mengembangkan permainan. Tiga gol yang tercipta lahir dari kerja sama tim, bukan aksi individu semata.
Laga di Stadion Manahan ini menjadi ajang uji coba penting sebelum Garuda Muda melangkah ke turnamen yang lebih bergengsi. Pelatih tim mengapresiasi konsistensi permainan anak asuhnya, terutama dalam menjaga intensitas selama 90 menit.
“Ini baru langkah awal. Kami harus terus mempertahankan performa seperti ini,” tambah sang kapten. Ia berharap publik terus memberikan dukungan agar semangat Garuda Muda semakin membara.