JAWA TENGAH — OpenAI mengumumkan penyesuaian harga untuk dua dari tiga varian model GPT-5.6 pada hari ini. Model Terra, yang diposisikan sebagai varian seimbang untuk pekerjaan sehari-hari, turun 20 persen dari harga awal. Sementara itu, model Luna, varian paling ringan dan cepat, dipangkas hingga 80 persen.
Kebijakan ini berlaku efektif mulai hari ini, baik untuk pengguna API maupun pelanggan paket berlangganan ChatGPT Work dan Codex. Harga langganan bulanan untuk kedua layanan tersebut tidak berubah, namun alokasi token yang bisa digunakan untuk model Terra dan Luna menjadi lebih besar.
“Penurunan harga untuk Luna dan Terra juga tercermin dalam cara penggunaan dihitung terhadap langganan berbayar saat menggunakan Codex dan ChatGPT Work,” demikian pernyataan OpenAI dalam pengumuman resminya.
OpenAI menyediakan tiga varian GPT-5.6 dengan karakteristik berbeda: Sol sebagai model flagship, Terra untuk keseimbangan performa dan efisiensi, serta Luna untuk kecepatan dengan biaya paling rendah. Berikut rincian harga terbaru untuk pelanggan API:
Bagi pengguna individu atau tim yang berlangganan ChatGPT Work dan Codex, perubahan ini tidak langsung terlihat di tagihan bulanan. Namun, karena batas pemakaian diukur berdasarkan jumlah token yang dikonsumsi, harga token yang lebih murah berarti pengguna bisa memproses lebih banyak teks, analisis, atau generasi kode sebelum mencapai kuota.
Artinya, pengguna yang sering mengandalkan model Luna untuk tugas-tugas ringan seperti merangkum dokumen atau menulis email, kini bisa melakukannya lebih sering tanpa khawatir kehabisan jatah di tengah bulan. Sementara itu, pengguna Terra yang membutuhkan keseimbangan antara kecepatan dan akurasi untuk pekerjaan kompleks juga mendapat keleluasaan tambahan.
Langkah OpenAI menurunkan harga dua varian model terbarunya ini terjadi di tengah ketatnya persaingan pasar AI generatif. Beberapa kompetitor seperti Google dengan Gemini dan Anthropic dengan Claude juga terus menyesuaikan strategi harga untuk menarik lebih banyak pelanggan korporasi dan pengembang.
Dengan potongan harga yang signifikan pada Luna, OpenAI tampaknya ingin memperluas adopsi model AI ke segmen pengguna dengan anggaran lebih terbatas, termasuk startup dan pengembang individu di Indonesia yang mulai banyak mengintegrasikan API AI ke dalam aplikasi mereka.
Bagi pengguna di Indonesia, perubahan harga ini patut diperhitungkan, terutama bagi tim pengembang yang menggunakan API untuk otomatisasi atau layanan pelanggan berbasis AI. Dengan kurs estimasi Rp16.500 per dolar AS, biaya per juta token input Luna kini hanya sekitar Rp3.300, turun drastis dari sebelumnya Rp16.500.
Pengumuman selengkapnya dapat diakses di laman resmi OpenAI untuk melihat detail teknis dan ketentuan yang berlaku.