Festival Literasi Pemalang 2026 Resmi Dibuka, Warga Diajak Melek AI dan Transaksi Digital hingga 4 Agustus

Penulis: Gunawan Susilo  •  Sabtu, 01 Agustus 2026 | 17:12:31 WIB
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Pemalang, Edy Susilo Temu Raharjo, memukul gong menandai pembukaan Festival Literasi Pemalang 2026 di Pemalang, Rabu (29/7/2026).

PEMALANG — Rangkaian Festival Literasi Kabupaten Pemalang 2026 resmi dimulai dengan pembukaan yang diwakili Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dinperpuska) Pemalang, Edy Susilo Temu Raharjo. Acara ini akan berlangsung selama tujuh hari, sejak Rabu (29/7/2026) hingga 4 Agustus 2026.

Mengusung tema "Literasi Digital Menuju Pemalang Bercahaya, Membaca, Berkarya, Berinovasi untuk Pemalang Bercahaya", festival ini tidak sekadar seremoni. Beragam kegiatan edukatif dirancang untuk menjangkau anak sekolah hingga warga dewasa.

Workshop AI dan Bedah Buku Jadi Magnet Pengunjung

Panitia menyiapkan sejumlah agenda yang menyasar kebutuhan era digital. Di antaranya bedah buku, talkshow literasi dan kecerdasan buatan (AI), serta workshop Artificial Intelligence yang dinilai relevan dengan perkembangan teknologi saat ini.

Selain itu, lomba literasi lintas usia turut melibatkan pelajar sekolah dasar dan masyarakat umum. Pentas budaya dari komunitas lokal juga digelar untuk meramaikan acara di sela-sela kegiatan literasi.

Kepala Dinperpuska: Literasi Kunci Hadapi Derasnya Informasi

Edy Susilo Temu Raharjo menegaskan bahwa makna literasi saat ini telah bergeser dari sekadar kemampuan membaca dan menulis. Menurutnya, literasi adalah kemauan untuk terus belajar dan berpikir terbuka.

"Literasi merupakan fondasi penting dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045," ujar Edy dalam sambutannya.

Ia menambahkan, di tengah derasnya arus informasi digital, masyarakat dituntut mampu berpikir kritis dan memilah informasi yang benar. Budaya membaca disebutnya sebagai investasi besar untuk membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.

Pemprov Jateng Dorong Perpustakaan Hingga ke Posyandu

Apresiasi datang dari Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah, Rahmah Nur Hayati. Ia menilai festival ini merupakan wujud nyata komitmen daerah dalam membangun budaya literasi melalui kolaborasi lintas pihak.

"Marilah kita dorong agar setiap sekolah, desa, dan perangkat daerah memiliki perpustakaan sebagai pusat pembelajaran masyarakat," tegasnya.

Rahmah juga mengajak penguatan kegiatan literasi diperluas hingga tingkat posyandu melalui pojok baca dan berbagai aktivitas edukatif lainnya.

BI Ingatkan Risiko Penipuan Digital di Tengah Maraknya QRIS

Kepala Unit Data, Statistik, dan Kehumasan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tegal, Agung Sukmohadi, menyampaikan komitmen BI bersinergi dengan Pemkab Pemalang. Fokusnya pada peningkatan literasi keuangan digital masyarakat.

Agung menjelaskan, penguatan literasi menjadi krusial seiring meningkatnya transaksi digital melalui QRIS. Di sisi lain, modus penipuan digital juga kian beragam.

"Masyarakat perlu dibekali kemampuan memahami peluang maupun risiko dalam ekosistem digital agar dapat memanfaatkan teknologi secara aman dan produktif," jelasnya.

Reporter: Gunawan Susilo
Sumber: jateng.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top