JAWA TENGAH — Setiap hari, anak-anak membutuhkan asupan cairan yang cukup untuk mendukung aktivitas dan konsentrasi mereka. Namun, kekhawatiran muncul ketika wadah atau kemasan air minum yang digunakan ternyata mengandung bahan kimia yang bisa mengganggu kesehatan dalam jangka panjang. Salah satu yang paling sering disorot adalah Bisphenol A (BPA), zat yang kerap ditemukan pada plastik polikarbonat, termasuk galon air minum isi ulang yang banyak beredar.
Dokter spesialis anak, dr. Ria Yoanita, Sp.A, mengingatkan bahwa orang tua sering kali fokus pada makanan bergizi, tetapi melupakan keamanan minuman yang dikonsumsi anak setiap hari. Padahal, air mineral adalah kebutuhan pokok yang masuk ke tubuh dalam jumlah besar.
"Kadang orang tua hanya fokus pada makanan, dan tidak memperhatikan keamanan minuman. Bukan hanya memperhatikan kecukupan cairan tubuh, orang tua juga harus memilih air mineral yang sehat dan aman," ujarnya dalam acara Festival Hari Anak 2026 di Jakarta, Sabtu (25/7).
Bahaya utama BPA adalah potensinya untuk larut ke dalam air atau makanan, terutama jika kemasan terkena panas atau digunakan berulang kali dalam waktu lama. Paparan BPA dalam jangka panjang dapat memicu gangguan hormon, masalah reproduksi, hingga memengaruhi perkembangan otak anak.
Tidak semua kemasan plastik memiliki risiko yang sama. Ibu perlu jeli membedakan mana galon yang aman dan mana yang berisiko. Berikut beberapa hal yang bisa diperhatikan:
Hal ini diamini oleh Zaskia Sungkar, ibu tiga anak yang juga Brand Ambassador Le Minerale. Ia mengaku selalu menjadikan keamanan kemasan sebagai pertimbangan utama saat memilih air minum untuk buah hatinya.
"Galon Le Minerale udah BPA Free, galonnya selalu baru, dan ini dilihat ya double protection, jadi ada sealnya juga. Jadi kalau kita konsumsi Le Minerale udah aman dari zat kimia berbahaya, debu, kotoran, kuman, dan dari bakteri," ungkap Zaskia.
Memilih produk yang aman adalah langkah awal, tetapi membangun kebiasaan minum air putih yang cukup juga sama pentingnya. Anak-anak cenderung meniru kebiasaan orang tua di rumah, jadi mulailah dengan memberi contoh nyata.
Zaskia menambahkan bahwa membentuk kebiasaan baik pada anak membutuhkan kesabaran ekstra dan tidak bisa instan. Menurutnya, seorang ibu harus benar-benar memastikan bahwa apa yang diberikan kepada anak adalah yang terbaik.
"Aku setuju ya kebiasaan itu harus dibentuk, itu gak bisa instan. Jadi memang kita sebagai orang tua juga harus benar-benar sabar membentuk suatu habit apalagi ke anak," pesannya.
Kesadaran akan bahaya BPA ini juga mendorong produsen untuk berinovasi. Le Minerale, misalnya, menghadirkan inisiatif #GenerasiBebasBPA sebagai wujud komitmen menyediakan air minum yang lebih aman bagi keluarga Indonesia.
Head of Public Relations and Digital Le Minerale, Yuna Eka Kristina, menegaskan bahwa produknya menggunakan galon yang 100 persen bebas BPA dan langsung dikirim dari pabrik. Hal ini dilakukan agar kebersihan dan keamanan produk tetap terjaga sampai ke tangan konsumen.
"Kami percaya setiap orang tua berhak mendapatkan rasa tenang dalam memberikan produk yang terbaik bagi keluarganya. Kami berharap hal ini dapat menjadi bagian dari upaya bersama dalam menjaga kesehatan keluarga dan mendukung tumbuh kembang anak Indonesia," jelas Yuna.
Memilih air minum yang aman adalah investasi kesehatan jangka panjang untuk anak. Dengan memastikan kemasan bebas BPA dan higienis, ibu sudah melakukan langkah nyata untuk melindungi si kecil dari risiko paparan bahan kimia berbahaya.