JAWA TENGAH — Google memperluas ekosistem dompet digitalnya dengan menghadirkan fitur supervised balances untuk anak dan remaja. Layanan yang diumumkan hari ini ini menyasar keluarga yang sudah sepenuhnya menerapkan gaya hidup tanpa uang tunai, di mana anak-anak kerap kesulitan bertransaksi mandiri karena belum memiliki akses ke perbankan.
Fitur ini pada dasarnya adalah amplop uang saku digital. Orang tua dapat mengisi saldo tertentu, membatasi nominal belanja, dan memantau seluruh riwayat transaksi anak langsung dari akun Google Wallet mereka.
Kendati bukan rekening bank dan tidak dilengkapi kartu fisik, saldo ini bisa digunakan di semua merchant yang menerima pembayaran tap-to-pay Google Pay. Anak cukup menempelkan ponsel atau smartwatch mereka ke mesin pembayaran untuk menyelesaikan transaksi.
Google menyematkan sejumlah mekanisme keamanan untuk mencegah penyalahgunaan. Melalui aplikasi Family Link, orang tua bisa mengaktifkan notifikasi setiap kali anak melakukan pembelian. Jika diperlukan, saldo juga bisa dikunci dari jarak jauh.
Fitur kunci jarak jauh ini menjadi penting bukan hanya untuk menghentikan kebiasaan belanja impulsif. Jika perangkat anak hilang atau dicuri, dana di dalam dompet digital tidak ikut raib karena aksesnya langsung dibekukan.
Google menyebut pendekatan ini sebagai cara "digital-first" bagi anak-anak untuk belajar mengelola keuangan sejak dini, tanpa harus mendaftar layanan perbankan khusus anak seperti Greenlight atau Acorns Early.
Langkah ini merupakan kelanjutan dari upaya Google mengintegrasikan layanan keuangan untuk keluarga. Sejak tahun lalu, akses Google Wallet untuk anak-anak sudah mulai digulirkan melalui Family Link, dengan uji coba perdana pada perangkat Fitur Ace LTE yang memang dirancang untuk anak.
Dengan pembaruan ini, konsep uang saku digital menjadi lebih praktis. Orang tua tidak perlu lagi memberikan uang kertas atau mendampingi anak saat berbelanja, namun tetap memiliki kendali penuh atas arus keluar masuk dana.
Saat ini fitur supervised balances baru tersedia untuk orang tua di Amerika Serikat. Google belum memberikan konfirmasi resmi mengenai jadwal ekspansi ke negara lain, termasuk Indonesia.
Bagi keluarga di Indonesia yang terbiasa dengan dompet digital, kehadiran fitur serupa di masa mendatang berpotensi mengubah cara orang tua memberikan uang jajan. Sistem ini menawarkan transparansi transaksi yang jauh lebih baik dibanding uang tunai, sekaligus menjadi media edukasi finansial pertama bagi anak sebelum mereka memiliki rekening bank sendiri.