DPRD Jateng Dorong Peningkatan Jalan Galeh–Ngrampal Sragen, Target Rampung Rp 6,09 Miliar Sebelum Akhir 2026

Penulis: Joko Purnomo  •  Senin, 10 Agustus 2026 | 13:03:29 WIB
Proyek peningkatan Jalan Galeh–Ngrampal di Sragen memasuki tahap persiapan awal dengan progres pengerjaan baru mencapai 0,39 persen.

SRAGEN — Proyek peningkatan Jalan Galeh–Ngrampal di Kabupaten Sragen memasuki tahap persiapan awal dengan progres pengerjaan baru mencapai 0,39 persen. Ruas yang menghubungkan Sragen dan Grobogan ini menjadi perhatian utama Komisi D DPRD Provinsi Jawa Tengah karena berstatus sebagai jalan provinsi hasil alih kewenangan dari jalan kabupaten.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Jateng, Joko Purnomo, menegaskan bahwa perbaikan infrastruktur ini bukan sekadar soal aspal dan hotmix, melainkan investasi untuk menggerakkan roda ekonomi warga. Menurutnya, jalan yang mulus akan memangkas biaya angkut dan membuka peluang tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru di kawasan pertanian.

“Peningkatan kualitas jalan akan membuka peluang tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru, khususnya di wilayah berbasis pertanian,” kata Joko dalam peninjauan lokasi proyek, Selasa (4/8/2026).

Menghubungkan Sentra Padi, Jagung, dan Tebu dengan Tol

Jalan Galeh–Ngrampal selama ini menjadi jalur alternatif yang melintasi Kecamatan Gesi dan Tanon di Sragen, serta Kecamatan Kradenan di Grobogan. Wilayah yang dilalui ruas ini dikenal sebagai lumbung padi, jagung, dan tebu, sehingga kelancaran transportasi menjadi faktor kunci bagi produktivitas petani.

Joko menambahkan, kondisi jalan yang semakin baik akan memperlancar arus transportasi sekaligus memangkas waktu distribusi. Dampaknya diharapkan meningkatkan daya saing komoditas pertanian lokal, baik untuk pasar regional maupun nasional.

“Kalau akses jalannya semakin baik, distribusi hasil pertanian tentu akan lebih mudah. Ini berkaitan langsung dengan biaya angkut dan akses petani terhadap pasar,” ujarnya.

Anggaran Rp 6,09 Miliar dan Target Penyelesaian Proyek

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya (DPU BMCK) Provinsi Jateng, Temmy Purboyono, merinci proyek ini menangani jalan sepanjang 700 meter. Nilai kontraknya mencapai Rp 6.098.665.000 dengan masa pelaksanaan 180 hari kalender, terhitung mulai 10 Juli hingga 31 Desember 2026.

Hingga saat ini, berdasarkan informasi Balai Wilayah Jalan (BWJ) Purwodadi, pekerjaan masih berada pada tahap awal. Tim pelaksana tengah melakukan survei lapangan, penetapan batas pekerjaan, serta joint survey untuk menentukan area penanganan sebelum konstruksi fisik dimulai.

Konektivitas Jalur Tengah Jawa Tengah

Anggota Komisi D DPRD Jateng, Siswanto, menekankan bahwa manfaat proyek ini tidak hanya dirasakan warga sekitar ruas jalan. Ia berharap peningkatan kualitas jalan dapat memperkuat konektivitas Jalur Tengah Jawa Tengah, khususnya hubungan transportasi antara Sragen dan Grobogan.

“Kami berharap pekerjaan bisa selesai tepat waktu sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat,” ujar Siswanto.

Dengan adanya akses yang lebih baik menuju Exit Tol Sragen Timur di kawasan Pungkruk, produk pertanian dari Sragen dan sekitarnya diharapkan memiliki peluang lebih besar menjangkau pasar yang lebih luas. Proyek ini juga menjadi bagian dari pembahasan Raperda Penyelenggaraan Jalan Provinsi yang tengah disusun untuk meningkatkan kualitas pelayanan jaringan jalan di Jawa Tengah.

Reporter: Joko Purnomo
Sumber: jatengnews.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top