JAWA TENGAH — Guncangan terjadi pada koordinat 6,70 derajat Lintang Selatan dan 106,72 derajat Bujur Timur. BMKG mengklasifikasikan kejadian ini sebagai gempa dangkal akibat aktivitas sesar aktif di daratan, bukan subduksi lempeng.
"Episentrum gempa berada 19 kilometer barat daya Kota Bogor dengan kedalaman 10 kilometer," demikian informasi awal yang dirilis BMKG, Jumat dini hari.
Belum Ada Laporan Kerusakan atau Korban Jiwa
Hingga berita ini diturunkan, BMKG belum menerima laporan dampak kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat getaran tersebut. Intensitas guncangan diperkirakan berada pada skala II hingga III MMI, yang berarti getaran dirasakan nyata di dalam rumah dan terasa seperti ada truk berlalu.
Masyarakat di wilayah barat daya Bogor, termasuk kawasan Cigudeg, Leuwiliang, dan sekitarnya, sempat merasakan getaran singkat selama beberapa detik. Namun, potensi gempa susulan dinilai kecil mengingat magnitudo yang relatif rendah.
Karakteristik Gempa Darat di Zona Selatan Jawa Barat
Wilayah selatan Jawa Barat memang dikenal memiliki struktur geologi kompleks. Sejumlah sesar aktif seperti Sesar Cimandiri dan Sesar Baribis menjadi sumber potensi kegempaan yang tersebar di daratan, berbeda dengan zona megathrust di selatan Jawa yang berada di laut.
Gempa dangkal dengan magnitudo kecil seperti ini sebenarnya kerap terjadi di kawasan tersebut. Namun, karena pusatnya dekat dengan permukiman, getarannya tetap terasa signifikan meskipun kekuatannya rendah.
BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpancing isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Warga juga diminta memastikan bangunan rumahnya cukup tahan gempa, terutama bagi yang tinggal di lereng perbukitan yang rawan longsor jika guncangan terjadi berulang.
Edukasi Mitigasi Jadi Kunci di Wilayah Rawan Sesar Aktif
Kejadian dini hari ini menjadi pengingat bahwa ancaman gempa darat tidak bisa diabaikan. Berbeda dengan gempa laut yang berpotensi tsunami, gempa darat dangkal justru lebih berbahaya bagi infrastruktur karena getarannya tidak teredam oleh kolom air.
Untuk kawasan Bogor dan sekitarnya, kesiapsiagaan menghadapi gempa berkekuatan lebih besar tetap diperlukan. Sejarah mencatat, gempa Cianjur M5,6 pada November 2022 yang juga berpusat di darat menewaskan ratusan orang dan merusak ribuan rumah.
Peristiwa serupa bisa terulang di segmen sesar lain yang belum terpetakan secara detail. Karena itu, pemerintah daerah dan warga diimbau memanfaatkan peta rawan bencana yang telah diterbitkan Badan Geologi untuk penataan permukiman.
BMKG terus memantau perkembangan aktivitas seismik di wilayah ini. Informasi resmi akan diperbarui melalui kanal komunikasi resmi lembaga tersebut jika terjadi perubahan signifikan.