JAWA TENGAH — Google resmi meluncurkan Pixel Watch 5, penerus lini smartwatch andalannya yang membawa sejumlah pembaruan signifikan. Perangkat ini hadir dengan desain khas melengkung dan varian warna baru "peachy canyon" yang juga senada dengan Pixel 11 Pro. Namun, Google memutuskan menunda peluncuran beberapa fitur utama hingga September, membuat proses review awal perangkat ini berjalan lebih rumit dari biasanya.
Jurnalis yang menguji perangkat ini mengaku harus melakukan serangkaian pembaruan besar sebelum bisa menggunakan semua fungsi dasar. Proses tersebut meliputi update sistem operasi Android di ponsel, aplikasi Pixel Watch, aplikasi Google Health, hingga delapan aplikasi lain di dalam jam tangan itu sendiri. Fitur seperti workout builder dan laporan tren tekanan darah baru aktif setelah pembaruan September tiba.
Secara fisik, Pixel Watch 5 nyaris identik dengan pendahulunya. Perbedaan utama hanya terletak pada spesifikasi layar yang kini tercatat resmi menggunakan panel AMOLED 320 ppi. Dalam penggunaan nyata, layar perangkat ini tetap mudah dibaca di bawah sinar matahari berkat kecerahan maksimal 3.000 nits, meski mode hemat daya membuat teks sulit terlihat.
Performa pelacakan aktivitas menjadi nilai jual utama perangkat ini. Selama pengujian, akurasi GPS disebut lebih baik dibanding generasi sebelumnya, sementara pemantauan tidur dan aktivitas harian berjalan mulus. Bobotnya yang ringan membuat jam tangan ini nyaman dipakai seharian, bahkan saat beraktivitas di luar rumah.
Keunggulan lain yang patut disorot adalah desainnya yang mudah diperbaiki. Pixel Watch 5 menjadi satu-satunya smartwatch mainstream yang mengizinkan pengguna mengganti layar dan baterai secara mandiri. Ini menjadi nilai tambah besar bagi konsumen yang ingin memperpanjang umur pakai perangkat mereka.
Sayangnya, kualitas material pendukung masih menjadi catatan. Pada unit review, tali jam sudah menunjukkan perubahan warna berupa noda gelap di bagian tepi setelah digunakan beberapa hari. Meski bisa jadi akibat gesekan dengan tas baru, hal ini tetap mengecewakan untuk produk di kelas harga tersebut.
Kekurangan lain muncul saat mode hemat daya aktif. Ketika kecerahan layar diturunkan otomatis, teks menjadi sulit dibaca. Ini bukan masalah besar, tapi cukup mengganggu bagi pengguna yang sering mengandalkan mode tersebut untuk menghemat baterai.
Proses setup Pixel Watch 5 membutuhkan kesabaran ekstra. Pengguna harus memastikan ponsel, aplikasi Pixel Watch, dan Google Health semuanya dalam versi terbaru. Setelah itu, masih ada delapan aplikasi tambahan yang perlu diupdate langsung dari Play Store di jam tangan, termasuk Gemini, Messages, dan Wear OS.
Fitur Gemini yang diperbarui menjadi salah satu daya tarik utama. Integrasi asisten AI ini berjalan lebih baik di perangkat wearable, meski pengguna perlu mengaktifkan beberapa pengaturan secara manual seperti Gestures dan Proactive Intelligence. Semua proses ini memang merepotkan, tapi hasil akhirnya sepadan dengan pengalaman penggunaan yang lebih mulus.
Pixel Watch 5 adalah smartwatch yang solid untuk pengguna yang menginginkan perangkat wearable dengan ekosistem Google yang matang. Performa dasar seperti pelacakan aktivitas, akurasi GPS, dan kenyamanan sudah terbukti baik. Namun, keputusan Google menunda fitur kesehatan utama hingga September membuat pembeli awal harus bersabar.
Untuk pasar Indonesia, Pixel Watch 5 menarik bagi pengguna Android yang sudah terikat dengan ekosistem Google. Kemampuan reparabilitasnya juga menjadi pembeda utama dibanding kompetitor seperti Galaxy Watch 9 atau Apple Watch Series 11. Jika fitur tekanan darah dan insulin resistance terbukti akurat saat dirilis nanti, perangkat ini akan semakin sulit ditandingi.