Bank Street Bung Karno Banyumas, Wisata Kuliner Ratusan Menu Harga Maksimal Rp 20 Ribu

Penulis: Gunawan Susilo  •  Minggu, 13 September 2026 | 11:20:31 WIB
Pedagang menata lapak kuliner di trotoar Jalan Bung Karno, Banyumas, Jawa Tengah.

JAWA TENGAH — Bank Street atau BST adalah kawasan wisata kuliner yang tumbuh di sepanjang trotoar Jalan Bung Karno, Banyumas, Jawa Tengah. Berbeda dari sentra kuliner lain, lapak-lapak di sini dikelola sebuah paguyuban UMKM dengan aturan dagang yang ketat dan disepakati bersama.

Ketua Paguyuban UMKM Bank Street (BST), Ardi Siswanto, menjelaskan bahwa kawasan ini digagas untuk menampung korban PHK dan pengangguran. Kini mereka bisa menafkahi keluarga lewat berdagang di trotoar yang tertata.

Aturan Main Pedagang di Bank Street

Konsep dagang diatur pengurus paguyuban, bukan per pedagang. Lapak trotoar wajib menjual kopi, sedangkan "lapak merah" menjual kopi plus menu lain dengan mendoan sebagai menu wajib.

Satu aturan yang paling mencolok: setiap lapak tidak boleh memiliki menu yang sama. Tujuannya agar pengunjung punya banyak pilihan dan tidak ada pedagang yang saling mematikan.

"Aneka makanan di situ menunya nggak cuma sepuluh tapi ratusan, dan harganya maksimal itu dua puluh, karena konsep kami memang untuk makanan yang dijangkau oleh rakyat Banyumas," kata Ardi.

Harga Menu Maksimal Rp 20 Ribu

Dengan ratusan pilihan menu dan harga maksimal Rp 20.000, Bank Street menyasar wisatawan keluarga yang ingin makan malam tanpa menguras kantong. Mendoan, kopi, dan aneka makanan rakyat jadi daya tarik utamanya.

Konsep ini mendapat dukungan langsung Bupati Banyumas dan sejalan dengan tiga misi paguyuban: mengurangi pengangguran, mengentaskan kemiskinan, dan memastikan warga asli Banyumas tak kesulitan mencari nafkah.

Empat Tahun Berjalan, Belum Ada Bantuan Modal

Meski program bantuan UMKM kerap digembar-gemborkan, Ardi menyoroti minimnya dukungan modal dari pemerintah pusat. Selama empat tahun beroperasi, belum ada anggaran yang masuk ke kawasan ini.

"Kita pelaku UMKM menengah ke bawah, masalah bantuan modal sampai detik ini belum ada satu pun yang dermawan seperti itu. Kita sudah berjalan empat tahun, belum pernah ada anggaran dari pemerintah pusat, jadi ini pure semata-mata digotong bareng dengan anggota," ucapnya.

Seluruh pedagang telah menandatangani kesepakatan tertulis bermaterai untuk menjaga kebersihan kawasan. Setiap keputusan diambil lewat musyawarah bersama anggota, bukan sepihak oleh ketua.

Harapan Pedagang Trotoar

Ardi berharap masyarakat makin ramai berkunjung agar wisata ini berkembang, bukan stagnan seperti empat tahun terakhir. Ia juga menitipkan pesan soal rencana relokasi dari pemerintah daerah.

"Kalau dari sini pindah ke lokasi pemerintah tapi tidak ada omset, untuk apa? Yang saya harapkan pemerintah daerah lebih memperhatikan yang di trotoar itu. Kalau sudah pantas sesuai wisata, gausah dibongkar, bila perlu diperbaiki supaya bagus, biar kesan pengunjung ke menara itu ada," pungkas Ardi.

Bagi traveler yang sedang melintas di Banyumas, Bank Street bisa jadi pilihan makan malam yang murah dan meriah. Informasi terkini soal jam operasional dan lokasi pasti dapat dikonfirmasi via dinas pariwisata setempat atau kanal resmi Paguyuban UMKM Bank Street.

Reporter: Gunawan Susilo
Sumber: rri.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top