Polres Brebes Dampingi Dua Balita Penderita Kaki Pengkor Bawaan hingga Dapat Sepatu Dennis Brown

Penulis: Hendra Wijaya  •  Sabtu, 19 September 2026 | 14:01:01 WIB

BREBES — Dua balita penderita Congenital Talipes Equinovarus (CTEV) asal Desa Malahayu, Kecamatan Banjarharjo, mendapat pendampingan penuh dari Polres Brebes saat menjalani pemeriksaan di RSI PKU Muhammadiyah Tegal, Kamis (17/9/2026) sore. Pendampingan dilakukan personel Sidokkes Polres Brebes bersama Bhabinkamtibmas Desa Malahayu, Aipda Adhi Kurniawan.

Petugas mendampingi pasien dan keluarga sejak proses administrasi, pemeriksaan oleh tenaga kesehatan, hingga koordinasi mengenai tahapan penanganan dan kontrol lanjutan sesuai hasil pemeriksaan dokter.

Apa Itu CTEV dan Mengapa Butuh Penanganan Dini

Kasi Dokkes Polres Brebes Penata Tk. I Rohmani menjelaskan, CTEV merupakan kelainan bentuk kaki bawaan yang membutuhkan penanganan sedini mungkin dan dilakukan secara berkesinambungan.

Kepatuhan orang tua dalam mengikuti jadwal terapi dan kontrol menjadi bagian penting dalam proses penanganan. Tanpa disiplin itu, hasil koreksi kaki bisa tidak bertahan lama.

Sepatu Dennis Brown Bagian dari Terapi Koreksi

Dalam penanganan tersebut, kedua pasien mendapatkan bantuan pemasangan sepatu Dennis Brown sesuai kebutuhan medis. Sepatu itu merupakan bagian dari terapi CTEV untuk membantu mempertahankan posisi kaki setelah tindakan koreksi.

Rohmani menyebut pendampingan ini sebagai bentuk dukungan jajaran Polres Brebes terhadap program Kapolda Jawa Tengah dan Biddokkes Polda Jateng bersama Mentari Clubfoot.

"Sidokkes Polres Brebes bersama jajaran kewilayahan berupaya memberikan pendampingan kepada pasien dan keluarga, sehingga proses pemeriksaan maupun penanganan dapat berjalan dengan baik. Kami juga terus melakukan koordinasi dengan tenaga kesehatan terkait untuk memastikan pasien mengikuti tahapan terapi dan kontrol sesuai arahan dokter," ujar Rohmani, Jumat (18/9).

Imbauan Disiplin Terapi dan Kontrol Berkala

Rohmani menekankan pentingnya kontinuitas terapi bagi pasien CTEV. Menurutnya, keluarga harus disiplin mengikuti setiap tahapan yang ditentukan dokter dan tidak melewatkan jadwal kontrol.

"Penanganan CTEV membutuhkan kontinuitas terapi dan kontrol berkala. Karena itu, kami mengimbau keluarga untuk tetap disiplin mengikuti setiap tahapan yang telah ditentukan oleh dokter serta tidak melewatkan jadwal kontrol," jelasnya.

Peran Bhabinkamtibmas Menjangkau Anak dengan Dugaan CTEV

Peran Bhabinkamtibmas dinilai penting untuk mendukung program ini. Kedekatan dengan masyarakat memungkinkan petugas membantu menemukan anak yang memiliki dugaan CTEV dan menghubungkannya dengan fasilitas pelayanan kesehatan.

"Ke depan, kami akan terus melakukan monitoring terhadap kedua pasien, berkoordinasi dengan fasilitas kesehatan dan keluarga, serta mengoptimalkan peran Bhabinkamtibmas untuk membantu menemukan apabila masih terdapat anak dengan dugaan CTEV di wilayah Kabupaten Brebes," katanya.

Sidokkes Polres Brebes juga akan melakukan pendataan apabila ditemukan pasien CTEV baru untuk selanjutnya difasilitasi mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis sesuai prosedur.

Pendampingan ini menjadi bagian dari upaya Polres Brebes mendukung akses pelayanan kesehatan bagi anak sekaligus memastikan keluarga memperoleh informasi mengenai tahapan pemeriksaan, terapi, dan kontrol yang harus dijalani.

Reporter: Hendra Wijaya
Sumber: infojateng.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top