Pencarian

Wushu Kudus Bawa 6 Atlet ke Porprov Jateng Salatiga, Persiapan Sentuh 80 Persen dan Incar Medali Perunggu

Jumat, 18 September 2026 • 08:47:01 WIB
Wushu Kudus Bawa 6 Atlet ke Porprov Jateng Salatiga, Persiapan Sentuh 80 Persen dan Incar Medali Perunggu

KUDUS — Pengkab Wushu Kudus mematangkan persiapan menjelang Porprov Jawa Tengah yang digelar di Salatiga pada 25–31 Oktober mendatang. Dari enam atlet yang diberangkatkan, lima tampil di nomor taolu atau seni jurus dan satu atlet di nomor sanda atau pertarungan. Targetnya satu medali perunggu.

Ketua Sasana Bangau Putih sekaligus Pembina Pengkab Wushu Kudus, Harsiah David Wijaya, menyebut tim kini fokus menggenjot kemampuan fisik, ketahanan, dan teknik para atlet. "Pihaknya terus meningkatkan fisik, endurance, dan terutama faktor kesulitan atau nandu," ujarnya.

Mayoritas Atlet Masih Duduk di Bangku SMA

Komposisi atlet Kudus didominasi pelajar SMA, dengan satu atlet senior lulusan Universitas Negeri Semarang (UNNES). Tiga atlet sudah punya pengalaman bertanding di ajang sebelumnya, sementara tiga lainnya merupakan hasil pembinaan dan regenerasi baru.

"Dari enam atlet tersebut, tiga di antaranya telah memiliki pengalaman mengikuti ajang sebelumnya. Sementara tiga atlet lainnya merupakan bagian dari pembinaan dan regenerasi baru," beber Harsiah.

Latihan Empat Kali Sepekan, Fisik Digelar Jumat

Persiapan dilakukan sedikitnya empat kali dalam sepekan. Latihan teknik dijadwalkan setiap Senin, Rabu, dan Kamis, sedangkan latihan fisik digelar Jumat. Setiap sesi berlangsung sekitar dua hingga tiga jam.

Porsi latihan itu harus dimanfaatkan seefisien mungkin. Sebagian atlet menjalani pembelajaran penuh hingga sekitar pukul 15.30–16.00, sehingga mereka tiba di tempat latihan dalam kondisi lelah.

"Akibatnya, waktu latihan harus dimanfaatkan seefisien mungkin. Atlet juga perlu membagi konsentrasi antara latihan fisik, teknik, dan kewajiban pendidikan," jelas Harsiah.

Rasa Takut Eksekusi Nandu Jadi Pekerjaan Rumah

Kendala utama yang masih dibenahi adalah keberanian atlet mengeksekusi gerakan nandu. Pada nomor senior, faktor kesulitan itu mencakup lompatan tinggi, salto tanpa menggunakan tangan, hingga pendaratan split. Gerakan tersebut berbobot nilai cukup besar dalam penilaian.

"Yang menjadi kendala anak-anak lebih ke mental dan rasa takut saat melakukan nandu. Kalau putra sekarang sudah mulai bisa, tetapi yang putri masih sering gagal," jelasnya.

Kondisi ini jadi perhatian karena persaingan Porprov dinilai ketat. Sejumlah daerah seperti Semarang dan Ambarawa memiliki atlet dengan kemampuan teknik serta keberanian melakukan gerakan berisiko tinggi.

Medali Perunggu Dibidik Lewat Nomor Nanjian Putra

Dengan komposisi atlet yang sebagian besar masih dalam masa transisi dari junior menuju senior, Pengkab Wushu Kudus memasang target realistis. Medali perunggu dibidik melalui nomor nanjian putra yang diwakili Ilham, atlet senior lulusan UNNES.

"Selain itu, nomor nanjian putri juga diharapkan mampu memberikan kejutan," tukas Harsiah.

Harsiah berharap sisa waktu persiapan dapat dimaksimalkan untuk memperkuat fisik sekaligus membangun kepercayaan diri atlet sebelum tampil di Salatiga.

Follow semarang24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: joglojateng.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks