KUDUS — Pemerintah Desa Bulungcangkring bersama pengusaha kandang dan warga sepakat memperketat pengawasan serta kebersihan kandang dalam pertemuan yang dihadiri 30 perwakilan warga dan 21 pengelola kandang ayam broiler. Pertemuan tersebut menjadi mediasi kedua untuk persoalan serupa. Hadir pula unsur Forkopimcam Jekulo, Dinas Peternakan dan Pertanian, Dinas PKPLH, Puskesmas Jekulo, dan BPD.
Perwakilan warga, Nur Ahmad, menyampaikan bahwa warga sebelumnya telah menerima kesepakatan mengenai penanganan lalat. Namun, kesepakatan tersebut belum dijalankan secara maksimal sehingga persoalan kembali muncul setelah panen ayam.
Keluhan serupa disampaikan Toni. Ia menyebut keberadaan lalat turut berdampak terhadap aktivitas belajar mengajar di SD 3 Bulungcangkring. Kondisi tersebut dikhawatirkan mengganggu kenyamanan dan kesehatan para siswa.
Perwakilan paguyuban pengusaha kandang ayam broiler, Heri Hermawan, menyampaikan permintaan maaf kepada warga. Ia menyatakan pihaknya akan berkomitmen bersama pemerintah desa untuk menangani persoalan lalat secara serius.
Kapolsek Jekulo AKP Danail Arifin mengatakan, musyawarah tersebut diharapkan menghasilkan kesepakatan di kedua belah pihak. Sehingga dapat mencegah persoalan serupa kembali terjadi.
"Semoga musyawarah dan mediasi ini menghasilkan kesepakatan antara pengusaha kandang ayam broiler dan warga yang difasilitasi pemerintah desa, sehingga ke depan tidak terjadi permasalahan yang sama," ujarnya.
Kepala Bidang Peternakan Dinas Peternakan Kabupaten Kudus, Arin Nikmah, mengatakan pihaknya akan melakukan pengawasan. Selain itu juga akan mendata ulang terhadap keberadaan kandang ayam broiler di Bulungcangkring.
"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan usaha peternakan memenuhi ketentuan administrasi perizinan serta pengelolaan kandang sesuai aturan," tukasnya.
Persoalan lalat di Bulungcangkring bukan kali pertama dimediasi. Pertemuan di Aula Balai Desa menjadi mediasi kedua dengan persoalan serupa, sehingga warga berharap kesepakatan kali ini benar-benar dijalankan di lapangan.
Pengawasan kebersihan kandang dan pendataan ulang oleh Dinas Peternakan menjadi dua langkah yang akan diuji dalam beberapa pekan ke depan. Warga menunggu apakah keluhan serupa masih muncul pada panen ayam berikutnya.