JAWA TENGAH — Hanoi menyimpan lebih dari 2.000 tahun sejarah yang berpadu dengan vila kolonial Prancis dan gang sempit Old Quarter, menjadikannya salah satu kota paling memikat di Asia Tenggara. Bagi traveler Indonesia yang merencanakan liburan ke Vietnam, pemilihan hotel di kawasan Hoan Kiem Lake atau French Quarter sangat menentukan pengalaman. Sejumlah properti ikonik hingga boutique baru kini menawarkan restoran Michelin, bar koktail kelas dunia, dan spa berdesain khas.
Kawasan Hoan Kiem Lake menjadi titik paling strategis untuk menginap, terutama bagi pelancong pertama yang baru menginjak Hanoi. Dari kawasan ini, Old Quarter dan French Quarter bisa dijangkau dengan berjalan kaki, begitu pula museum serta deretan kafe dan bar koktail.
Wisatawan yang mengutamakan kemewahan sebaiknya mengarahkan pandangan ke French Quarter di sekitar Opera House. Sementara itu, pencari suasana tenang bisa memilih boutique di luar Old Quarter, seperti Hotel de Lagom, yang menawarkan ritme kota yang lebih lambat.
Jika harus memilih satu nama paling ikonik, Sofitel Legend Metropole Hanoi adalah jawabannya. Lebih dari 120 tahun setelah dibuka, hotel ini tetap menjadi grande dame kota dengan kamar Heritage Wing yang direstorasi apik.
Salah satu pengalaman khas di sini adalah Path of History tour, tur yang menelusuri jejak sejarah properti. Sejarah, layanan, restoran, dan rasa keterikatan pada tempat membuat Metropole sulit ditandingi.
Bagi yang mencari kemewahan dengan bahasa desain masa kini, Fairmont Hanoi layak masuk daftar. Kamar-kamarnya lapang dengan sentuhan desain Vietnam modern, dilengkapi Cirua Spa yang luas.
Kehadiran Fairmont disebut sebagai salah satu pendatang baru paling menarik di lanskap perhotelan mewah Hanoi. Properti ini cocok untuk tamu yang ingin fasilitas lengkap tanpa harus mengorbankan estetika lokal.
Hotel de Lagom mewakili gaya menginap yang lebih intim, berada sedikit di luar keramaian Old Quarter. Pilihan ini pas bagi traveler solo atau pasangan yang ingin suasana tenang namun tetap dekat dengan pusat kota.
Tarif boutique di Hanoi tergolong bersahabat dibanding hotel mewah, sehingga cocok untuk liburan dengan anggaran menengah. Fasilitasnya tetap menonjolkan desain dan pengalaman lokal.
Dari kawasan ini, landmark budaya utama Hanoi seperti Temple of Literature dan museum-museum besar bisa dicapai dengan mudah. Restoran, kafe, bar koktail, hingga pusat belanja juga tersedia dalam radius berjalan kaki.
Tiga hari cukup untuk menyantap highlight utama Hanoi: Hoan Kiem Lake, Old Quarter, French Quarter, dan Temple of Literature. Waktu tersebut juga masih menyisakan ruang untuk menikmati hotel dan kuliner lokal.
Jika berencana trip sehari ke Ninh Binh atau Ha Long Bay yang berjarak dua hingga empat jam, tambahkan satu atau dua malam. Salah satu kenikmatan Hanoi justru datang dari melambat: menyeruput egg coffee klasik dan menyusuri gang-gang tua.
Traveler yang mengejar sejarah dan layanan klasik sebaiknya memesan kamar Heritage Wing di Metropole jauh-jauh hari. Sementara itu, pencari desain kontemporer bisa menjadikan Fairmont Hanoi sebagai basis menginap.
Untuk anggaran lebih terkendali, boutique di luar Old Quarter memberi nilai terbaik. Perhatikan juga akses ke Hoan Kiem Lake, karena kawasan ini memudahkan pergerakan ke seluruh penjuru kota.
Durasi ideal menginap di Hanoi berkisar tiga malam untuk menjelajah kota, atau empat hingga lima malam bila ingin menyisipkan trip ke Ninh Binh dan Ha Long Bay. Informasi tarif dan ketersediaan kamar terbaru sebaiknya dikonfirmasi langsung ke masing-masing hotel sebelum berangkat.
Hotel boutique seperti?
pa yang cocok untuk suasana tenang di Hanoi? A: Hotel de Lagom mewakili gaya menginap intim di luar Old Quarter, cocok bagi traveler solo atau pasangan yang ingin suasana tenang dengan tarif lebih ramah.