Pemkab Klaten Gelar Salat Istisqa Serentak, Plt Bupati Linda Ajak Warga Bertobat dan Berdoa agar Hujan Turun

Penulis: Joko Purnomo  •  Rabu, 28 Oktober 2026 | 13:46:01 WIB
Salat istisqa digelar serentak di halaman Pendopo Pemkab Klaten, diikuti jajaran Pemkab dan Forkopimda.

KLATEN — Salat istisqa di halaman Pendopo Pemkab Klaten dipimpin Dr. Hakimuddin Salim, L.C., M.A., dari Komisi Fatwa MUI Kabupaten Klaten yang bertindak sebagai imam sekaligus khatib. Kegiatan tersebut digelar sebagai tindak lanjut arahan MUI Jawa Tengah yang mengajak seluruh kabupaten/kota di provinsi itu melaksanakan ibadah serentak.

Selain memohon hujan, salat istisqa dimaknai sebagai momentum introspeksi diri, pertobatan, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ibadah ini juga menjadi bentuk tafakur atas keterbatasan manusia di tengah kondisi kekeringan yang melanda sejumlah wilayah Klaten.

Siapa Saja yang Hadir di Pendopo Pemkab Klaten

Salat istisqa diikuti jajaran Pemkab Klaten, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Klaten, serta sejumlah organisasi kemasyarakatan di Kabupaten Klaten. Kehadiran lintas instansi itu menegaskan ibadah ini bukan hanya agenda keagamaan, tetapi juga respons kolektif pemerintah daerah terhadap dampak kekeringan.

Pelaksanaan serentak di seluruh Jawa Tengah membuat salat istisqa di Klaten menjadi bagian dari gerakan spiritual kawasan. MUI Jateng sebelumnya mengajak seluruh kabupaten/kota melaksanakan ibadah tersebut pada waktu yang sama.

Harapan Plt Bupati Linda: Pertobatan dan Hujan yang Membawa Berkah

Plt. Bupati Klaten Mahanni Yulindha Pratiwi mengatakan pelaksanaan salat istisqa merupakan tindak lanjut arahan MUI Jawa Tengah. Perempuan yang akrab disapa Mbak Linda itu berharap kegiatan tersebut menjadi momentum bagi masyarakat untuk bertobat dan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.

"Alhamdulillah, hari ini kami melaksanakan salat istisqa atas arahan MUI Jawa Tengah. Hari ini seluruh wilayah Jawa Tengah melaksanakan salat secara serentak," ujarnya seusai kegiatan.

Ia juga berharap doa yang dipanjatkan dapat dikabulkan sehingga hujan segera turun dan membawa keberkahan bagi masyarakat. Harapan itu terutama ditujukan bagi warga yang terdampak kekeringan dan kebakaran hutan.

"Harapan kami, pertama, kita melakukan pertobatan kepada Allah SWT," kata Mbak Linda.

Kekeringan dan Kebakaran Hutan Jadi Latar Ibadah Bersama

Kondisi kekeringan yang melanda sejumlah wilayah menjadi latar pelaksanaan salat istisqa di Klaten. Kebakaran hutan yang turut disebut Plt Bupati menunjukkan dampak cuaca kering tidak hanya dirasakan sektor pertanian, tetapi juga menyentuh kawasan hutan di sekitar wilayah kabupaten.

Salat istisqa sendiri merupakan ibadah sunah yang dilakukan umat Islam untuk memohon hujan ketika kemarau panjang. Tradisi ini biasanya digelar di ruang terbuka dan melibatkan warga lintas kalangan, bukan hanya pejabat daerah.

Pemkab Klaten melalui kegiatan tersebut menempatkan doa sebagai bagian dari ikhtiar menghadapi kekeringan, berdampingan dengan langkah teknis penanganan dampak kemarau. Warga yang terdampak kekeringan dan kebakaran hutan menjadi pihak yang paling diharapkan merasakan manfaatnya ketika hujan turun.

Reporter: Joko Purnomo
Sumber: jateng.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top