SEMARANG — Prakirawan Cuaca BMKG Ahmad Yani Semarang, Ferry Oktarisa, menyebut kondisi cuaca di Kota Semarang pada Sabtu pagi pukul 06.00 WIB berawan dengan angin bertiup dari arah selatan berkecepatan 4 km/jam. Suhu udara tercatat 25,6 derajat Celcius dan kelembapan 94 persen.
Daftar wilayah yang perlu diwaspadai meliputi Cilacap, Purwokerto, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Mungkid, Grobogan, Blora, Temanggung, Kendal, Batang, Kajen, Pemalang, Slawi, Brebes, dan Bumiayu. Kawasan pegunungan dan dataran tinggi menjadi titik paling rawan.
"Potensi hujan intensitas sedang-lebat di wilayah Pegunungan-dataran tinggi, Pantura tengah, dan sekitarnya. Waspada potensi bencana hidrometeorologi," kata Ferry dalam keterangan tertulis yang diterima detikJateng.
Pada pagi hingga siang, cuaca Jateng umumnya berawan. Hujan ringan hingga sedang berpotensi mengguyur wilayah Jateng bagian selatan pada pagi hari, lalu merata pada siang hingga sore.
Sejumlah wilayah diprakirakan hanya diguyur hujan ringan, yakni Purworejo, Wonogiri, Pekalongan, dan Tegal. Sementara Kebumen, Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Karanganyar, Sragen, Rembang, Pati, Kudus, Jepara, Demak, Ungaran, Magelang, Surakarta, Salatiga, Semarang, Majenang, dan Ambarawa masuk kategori hujan ringan-sedang.
Tinggi gelombang di pantai selatan Jateng diprakirakan 0,5 hingga 1,25 meter. Di pantai utara, tinggi gelombang berkisar 0,1 hingga 1,25 meter. Angin bertiup dari barat laut hingga timur dengan kecepatan 10-30 km/jam.
"Suhu udara berkisar antara 27-34 derajat Celcius. Kelembapan udara berkisar 45-90 persen," imbuh Oktarisa.
Peringatan bencana hidrometeorologi relevan bagi warga di wilayah perbukitan seperti Banjarnegara, Wonosobo, Temanggung, dan Brebes yang punya sejarah longsor dan banjir bandang. Warga diminta memantau kondisi sungai dan lereng, terutama saat hujan lebat turun sore hingga malam.
Prakiraan cuaca ini berlaku Sabtu (31/10) pukul 07.00-19.00 WIB. BMKG mengimbau masyarakat mengikuti pembaruan informasi cuaca sebelum beraktivitas di luar ruang.