SEMARANG — Peringatan waspada cuaca ekstrem yang dikeluarkan BMKG mencakup 30 kabupaten/kota di Jawa Tengah, dengan sebaran hujan yang tidak merata antarwilayah. Fenomena berskala regional terpantau cenderung kering, tetapi dorongan kelembapan atmosfer lokal memicu pertumbuhan awan hujan di berbagai daerah.
Di Semarang, langit pagi hingga pukul 09.00 WIB berawan sampai berawan tebal. Suhu perlahan naik ke kisaran 28–32 derajat Celsius dengan kelembapan 64–54 persen.
Potensi Hujan Lokal Muncul Sejak Siang
Memasuki pukul 10.00–13.00 WIB, hujan ringan lokal berpotensi turun membasahi kota. Suhu mencapai puncaknya di 33–34 derajat Celsius dengan kelembapan turun ke 49–48 persen.
Kondisi hujan ringan berlanjut pada sore hari, pukul 14.00–17.00 WIB. Suhu berangsur turun ke 31–33 derajat Celsius dan kelembapan naik ke 53–60 persen.
Menjelang malam pukul 18.00–19.00 WIB, sisa hujan ringan masih turun dengan suhu 29 derajat Celsius. Kelembapan naik ke 64–68 persen.
Malam Mulai Reda, Suhu Turun ke 27 Derajat
Pada pukul 20.00–23.00 WIB, hujan mulai reda dan langit kembali berawan hingga berawan tebal. Suhu berada di rentang 27–28 derajat Celsius dengan kelembapan 68–71 persen.
Pergerakan udara di wilayah Jawa Tengah umumnya bertiup pelan dari arah timur laut menuju tenggara. Kecepatan angin berkisar 5–8 kilometer per jam.
Mengapa Hujan Muncul Saat Regional Terpantau Kering
Status waspada cuaca ekstrem kategori hujan sedang hingga lebat ditetapkan meski fenomena berskala regional cenderung kering. BMKG mencatat dorongan kelembapan atmosfer lokal menjadi pemicu utama pertumbuhan awan hujan.
Pola itu membuat sebaran hujan tidak merata. Sebagian kabupaten/kota berpotensi diguyur lebih deras, sementara wilayah lain hanya berawan.
Masa transisi cuaca juga ditandai perubahan cepat antarjam. Pagi cerah berawan, siang hujan lokal, lalu reda pada malam.
Payung dan Jas Hujan Lipat Masih Perlu Dibawa
Warga Semarang yang berencana beraktivitas di luar ruang sebaiknya menyiapkan payung atau jas hujan lipat di tas dan kendaraan. Hujan lokal yang turun mendadak berpotensi mengganggu agenda akhir pekan.
Pemantauan prakiraan per jam dari BMKG membantu menyesuaikan waktu kegiatan luar ruang, terutama pada rentang siang hingga menjelang malam ketika potensi hujan paling tinggi.