JAWA TENGAH — Mitsubishi Power merampungkan retrofit Unit 3 PLTP Darajat milik Star Energy Geothermal dan menambah kapasitas 8 megawatt, dari 121 MW menjadi 129 MW. Peresmian proyek sekaligus penandatanganan kerja sama teknis berlangsung di Jakarta pada 14 Oktober 2026.
Mitsubishi Power, unit solusi pembangkit listrik Mitsubishi Heavy Industries (MHI), menuntaskan pekerjaan peningkatan kinerja Unit 3 PLTP Darajat yang dioperasikan Star Energy Geothermal Darajat II, Limited (SEG). Unit tersebut kini beroperasi komersial kembali dengan kapasitas lebih besar, dan menjadi pembangkit panas bumi berkapasitas terbesar di Indonesia.
Pekerjaan mencakup penggantian dan peningkatan sejumlah komponen pembangkit, termasuk turbin uap yang diproduksi di fasilitas Nagasaki Shipyard & Machinery Works milik MHI di Nagasaki, Jepang. Mitsubishi Power memegang tanggung jawab perancangan, manufaktur, dan dukungan instalasi, sementara PT Mitsubishi Power Indonesia mengeksekusi pemasangan di lapangan lewat skema turnkey.
Tambahan 8 MW dan Rekor Kapasitas Nasional
Retrofit menaikkan kapasitas Unit 3 dari 121 MW menjadi 129 MW, atau bertambah 8 MW. Angka itu menempatkan unit ini sebagai pembangkit listrik tenaga panas bumi dengan kapasitas terbesar di Indonesia.
Dari sisi eksekusi, Mitsubishi Power mengklaim kinerja operasional melampaui nilai yang dijanjikan dalam kontrak. Proyek selesai sesuai jadwal dan tanpa insiden keselamatan kerja.
Shigeo Yakushijin, Wakil Presiden Eksekutif Mitsubishi Power, menyebut percepatan masa konstruksi jadi kunci. "Secara khusus, melalui penerapan metode konstruksi inovatif yang memanfaatkan keahlian kami sebagai perancang dan perusahaan pembuat manufaktur orisinal (Original Equipment Manufacturer/OEM), serta pelaksanaan proyek secara putar kunci (turnkey), kami berhasil mempersingkat masa konstruksi secara signifikan," ujarnya.
Kerja Sama Teknis untuk Umur Panjang Aset
Pada seremoni 14 Oktober 2026 di Jakarta, Mitsubishi Power dan SEG menandatangani Technical Study and Cooperation Agreement (TSCA). Kesepakatan ini menjadi lanjutan hubungan keduanya setelah retrofit rampung.
Lingkup TSCA mencakup penjajakan teknologi pemeliharaan terbaru untuk meningkatkan kapasitas turbin uap, sekaligus memperkuat keandalan dan ketersediaan pembangkit. Mitsubishi Power Indonesia akan mendukung upaya memaksimalkan nilai aset PLTP dengan memperkenalkan teknologi terbaru dari MHI Group.
Inisiatif ini bersandar pada strategi Innovative Total Optimization (ITO) MHI Group, yang menargetkan nilai berkelanjutan bagi pelanggan sepanjang siklus peralatan pembangkit.
Arti bagi Bauran Energi Nasional
Panas bumi menghasilkan emisi karbon dioksida sangat rendah selama proses pembangkitan listrik. Penambahan kapasitas di PLTP Darajat karena itu sejalan dengan upaya dekarbonisasi Indonesia dan target peningkatan porsi energi terbarukan dalam bauran energi nasional.
Bagi SEG sebagai pemilik aset, retrofit berarti tambahan pasokan listrik tanpa perlu membangun unit baru dari nol. Bagi Mitsubishi Power, proyek ini memperkuat posisinya sebagai pemasok teknologi pembangkit panas bumi di pasar Indonesia yang tengah mengejar target energi bersih.
MHI Group menyatakan akan terus mendorong adopsi teknologi berkinerja tinggi dan andal untuk mendukung stabilitas pasokan listrik. Stabilitas itu dinilai penting bagi pembangunan ekonomi, sekaligus kontribusi pada dekarbonisasi sektor energi.