Pencarian

Bapanas Jaga Inflasi 3,28%, Stok Beras Bulog Melonjak 120%

Minggu, 18 Oktober 2026 • 11:22:01 WIB
Bapanas Jaga Inflasi 3,28%, Stok Beras Bulog Melonjak 120%
Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman menyampaikan inflasi September 2026 sebesar 3,28 persen tetap terkendali.

JAWA TENGAH — Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman memastikan inflasi September 2026 sebesar 3,28 persen tetap terkendali lewat penyeimbangan harga pangan dari produsen hingga konsumen. Stok beras komersial Bulog per 14 Oktober melonjak 120,25 persen menjadi 15,88 ribu ton dari sebulan sebelumnya 7,21 ribu ton.

Andi Amran Sulaiman menempatkan pengendalian pangan sebagai kunci utama menjaga inflasi nasional. Komoditas strategis seperti beras, telur, dan daging ayam ras menjadi fokus karena pengaruhnya langsung terhadap daya beli masyarakat.

Dibandingkan sejumlah negara, inflasi Indonesia masih terbilang ringan. Amran membandingkannya dengan Arab Mesir yang mencapai 12 persen.

"Inflasinya negara sahabat kemarin kan baru berkunjung, Arab Mesir, 12 persen inflasinya. Jadi kita bersyukur, Indonesia inflasi kita masih 3,28 persen dan terkendali," kata Amran di Jakarta, dikutip dari Antara.

Operasi Pasar Beras Medium dan Premium

Pemerintah menempuh intervensi di dua sisi ekosistem pangan: produsen di hulu dan konsumen di hilir. Amran meminta Bulog menggelontorkan beras medium sekaligus premium ke pasar agar harga tetap wajar.

"Makanya operasi pasar, karena beras kita banyak. Saya sudah minta Bulog melakukan operasi pasar," ujarnya.

Penguatan stok berjalan cepat. Per 14 Oktober, stok beras komersial Bulog tercatat 15,88 ribu ton, naik 120,25 persen dari posisi sebulan sebelumnya 7,21 ribu ton. Cadangan Beras Pemerintah dalam bentuk medium juga dipastikan memadai dan disalurkan di bawah Harga Eceran Tertinggi.

Tambahan Penugasan SPHP 74,18 Ribu Ton

Bapanas memberi Bulog penugasan tambahan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan beras sebanyak 74,18 ribu ton dari sisa anggaran yang tersedia. Realisasi sejak awal Oktober hingga 14 Oktober sudah mencapai 52 ribu ton atau 70,19 persen.

Langkah ini mengantisipasi kekosongan stok SPHP di pasar setelah penugasan sebelumnya 828 ribu ton tuntas direalisasikan pada 23 September. Program bantuan pangan beras tahap ketiga untuk Oktober, November, dan Desember menyasar 33,24 juta penerima dengan kebutuhan CBP sekitar 997 ribu ton.

Intervensi di Sektor Unggas dan Jagung Pakan

Stabilitas produk ternak unggas dijaga lewat intervensi sejak tingkat hulu. Amran menginstruksikan Bulog melayani kebutuhan jagung pakan bagi peternak dengan harga lebih ekonomis, dan alokasi SPHP jagung pakan direncanakan ditambah 150 ribu ton.

Subsidi biaya angkut di hilir dijalankan berbarengan dengan penguatan sektor hulu peternak. Surplus daging ayam ras harus tetap proporsional agar harga seimbang dari hulu ke hilir.

Sinergi Pusat-Daerah Jadi Penopang

Amran menegaskan kolaborasi pemerintah pusat dan daerah tanpa terkecuali menjadi fondasi stabilitas ekonomi dua tahun terakhir. Menurutnya, produsen dan konsumen harus sama-sama mendapat perhatian agar ekosistem pangan berjalan sehat.

Surplus komoditas tidak boleh terganggu praktik yang merugikan pelaku usaha kecil maupun masyarakat sebagai pembeli. Bagi pelaku pasar, deretan intervensi ini menjadi sinyal bahwa pasokan beras dan pakan ternak akan tetap terjaga hingga akhir tahun.

Follow semarang24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: metrotvnews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks